14 January 2020, 14:50 WIB

Wapres : Radikal-Terorisme Sudah Merambat Kemana-mana


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma'ruf Amin menginginkan selain kompetensi aparatur sipil negara (ASN) diperkuat, komitmen terhadap wawasan kebangsaan juga harus menjadi perhatian dalam kelembagaan pemerintah. Ia tidak ingin ASN terpapar oleh paham-paham yang tidak sesuai dengan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia.

"Jangan sampai pegawai kita terpapar oleh paham-paham yang tidak sesuai dengan prinsip kebangsaan dan kenegaraan kita. Sekarang itu disebut radikal- terorisme yang sudah merambat kemana-mana," ujar Wapres ketika menerima Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo dan ASN berprestasi di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (14/1).

Wapres menekankan bahwa komitmen kebangsaan dan kenegaraan menjadi kualitas dan prioritas reformasi birokrasi saat ini. Ia pun mengapresiasi pemberian penghargaan kepada pegawai negeri sipil yang beprestasi oleh Kementerian PAN-RB.

Menurutnya upaya itu mendorong dan memberikan motivasi supaya ASN bekerja lebih baik. Ia menambahkan bahwa salah satu menjadi tugas Kementerian PAN-RB yaitu melakukan perubahan pejabat eselon III dan IV dari jabatan  struktural menjadi fungsional. Tujuannya agar birokrasi di pemerintah lebih efisien.

"Ini bukan masalah gampang saya kira, dituntut maksudnya supaya lebih efisien dan lebih efektif kerja.

Semua itu dimaksudkan untuk melakukan upaya perbaikan dalam rangka reformasi birokrasi," ucap Wapres.

Wapres juga mendorong agar kerja ASN lebih baik pada masa yang akan datang. ASN, diminta mampu memberikan pelayanan yang terbaik. Pasalnya selama ini, ujarnya, ada kesan birokrasi belum mampu merespons perubahan atau ada kelambatan dan ketidakkesiapan ASN dalam era revolusi industri 4.0.

Ia berharap melalui penghargaan PNS berprestasi akan semakin banyak ASN terinspirasi melakukan inovasi dalam rangka reformasi birokrasi. (OL-4)

BERITA TERKAIT