14 January 2020, 13:47 WIB

Boyolali Diproyeksikan Jadi Sentra Pertanian Paprika


Ferdinand | Nusantara

PT Tirta Investama (Pabrik Aqua Klaten) bersama Pizza Hut Indonesia meluncurkan program pertanian paprika berkelanjutan di Dukuh Surjo, Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (14/1). Kabupaten tersebut diproyeksikan mampu menjadi sentra pertanian paprika di masa depan, karena memiliki kondisi alam dan kesuburan tanah yang sangat mendukung.

Direktur Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengatakan, selain di Cepogo pihaknya juga melakukan hal serupa di Cianjur dan Cisarua. Dari sisi buah paprika yang dihasilkan, Boyolali lebih bagus.

"Ini memberikan optimisme untuk dikembangkan lebih lanjut. Boyolali suatu saat bisa menjadi sentra pertanian paprika," kata Karyanto, Selasa (14/1).  

Pertanian paprika yang dikembangkan di Cepogo berbasis konservasi tanah dan air. Budidaya dilakukan dengan konsep green house, penggunaan pestisida sangat dibatasi dan pemakaian air sesuai kebutuhan. Saat ini terdapat 15 green house di Dukuh Surjo yang dikelola oleh anggota Kelompok Tani Sri Lestari. Masing-masing green house dilengkapi fasilitas penampung air hujan yang disalurkan ke dalam sumur resapan.

Cara tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf hidup petani, sekaligus menjaga Cepogo sebagai salah satu daerah tangkapan air di Boyolali.

Selain paprika, di dalam green house yang rata-rata memiliki luas 200 meter persegi itu juga dibudidayakan buncis, tomat, dan lettuce. Head of CSR Pizza Hut Indonesia, Ulie Latuputty menyatakan ini merupakan kolaborasi yang tercipta atas dasar kebutuhan bersama.

Petani dapat meningkat taraf hidupnya. Sementara, Pizza Hut mendapatkan pasokan sayuran berkualitas dimana proses penanamannya sesuai standar Good Agriculture Practices (GAP) and Good Handling Practices (GHP).

Ketua Kelompok Tani Sri Lestari, Tono mengaku terbantu dengan program ini. Para petani yang tadinya hanya mengandalkan penghasilan dari tanaman tembakau dan bawang merah, kini memperoleh alternatif lain. Apalagi, hasil yang didapatkan dari menanam Paprika lumayan besar.

Dari lahan seluas 200 meter persegi dalam kondisi normal bisa menghasilkan 6 kuintal buah paprika. Harga jual per kilo saat Rp30 ribu untuk paprika hijau dan Rp28 ribu.

"Itu sangat lumayan. Kami juga tidak perlu capek-capek memasarkan, karena tiap dua hari sekali sudah ada yang datang mengambil ke sini," katanya.

Kepala Desa Sukabumi, Sumarno sangat mendukung program yang dijalankan Pabrik Aqua Klaten dan Pizza Hut Indonesia ini. Dia pun meminta agar kedepan bisa diperluas lagi ke dukuh-dukuh yang lain.

"Masyarakat kami sebagian besar adalah petani dan kami melihat paprika sebagai peluang yang menjanjikan," tambah Tono. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT