14 January 2020, 12:49 WIB

Gerindra Sebut Demonstran di Balai Kota Barisan belum Move On


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Syarif menuturkan unjuk rasa yang meminta Gubernur Anies Baswedan mundur adalah langkah yang tidak tepat. Rencananya unjuk rasa akan digelar di Gedung Balai Kota, Selasa (14/1)  siang.

"Menurut saya enggak tepat minta Anies mundur. Soal banjir kan dampaknya bukan Jakarta saja. Pak Anies sudah bekerja keras. Saya boleh mengatakan demo ini seperti BBM, barisan belum move on," ujar Syarif saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (14/1).

Menurutnya, perihal unjuk rasa atau demo memang diperbolehkan oleh Undang-Undang. Namun ia menduga demo yang diinisiasi Politikus PDIP Dewi Tanjung tersebut bermuatan politik.

Baca juga: Gubernur Anies Lalai Antisipasi Banjir

Diketahui, dari undangan yang tersebar, disebutkan nama kegiatan demo tersebut ialah 'Anies Mundur, Jakarta Bergerak Suara Rakyat Bersatu.'

Mereka menuntut Anies Baswedan mundur dari jabatannya akibat dinilai tidak mampu menangani banjir Jakarta yang terjadi di awal 2020.

Para peserta aksi diharapkan mengenakan baju berwarna hitam dalam acara yang sudah direncanakan sejak minggu lalu itu

"Saya ingin katakan unjuk rasa itu kan hak setiap warga negara, yang dilindungi Undang Undang. Tapi sekarang tinggal yang disasar dan motifnya demonya itu apa. Kalau demonya minta gubernur mundur, itu motifnya politik. Sudah pasti (muatan politik) karena minta mundur kan," jelas Syarif.

Ia menambahkan, "Apa yang disampaikan kalau Anies tidak bekerja, tidak menangani banjir menurut saya harus cerdas membacanya, itu bukan persoalan Jakarta saja, mengatasinya kompleks." (OL-2)

BERITA TERKAIT