14 January 2020, 12:44 WIB

Kivlan Sebut Prabowo Temui Dirinya Sebelum Jadi Menhan


M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

MANTAN Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen mengungkapkan bahwa sebelum ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto sempat berkonsultasi terlebih dahulu kepada Kivlan.

Konsultasi tersebut terjadi saat dirinya berada di rumah sakit. Kivlan mengaku mengikuti cara berpikir Prabowo untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

"Dia (Prabowo) sudah ngomong sama saya waktu di rumah sakit. Ya sudahlah kalau itu kehendaknya mari kita mulai bangun Indonesia. Saya ikuti cara berpikir dia pertentangan dan kontradiksi serta itu dihindari dan ditutup buku terjadinya konflik itu, saya dukung Prabowo," kata Kivlan di Pengadilan Negeri Tipikor, Selasa (14/1).

Kivlan yang selalu mendukung Prabowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 lalu menilai menjadi Menteri di kabinet rival saat Pilpres lalu merupakan suatu cara berpikir Prabowo untuk keselamatan bangsa dan negara.

Baca juga: Kivlan Zen Siap Bacakan 22 Lembar Eksepsi

"Meski terjadi kontradiksi dan terjadi pertentangan, dia bukan blok sama Jokowi tapi sudahlah semua untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Kivlan.

Kivlan juga menegaskan kehadiran Prabowo di rumah sakit bukan untuk meminta izin menjadi Menhan. Melainkan berbicara dan menjenguk Kivlan yang sedang terbaring sakit.

"Bukan minta izin. Saya sakit dia solidaritas karena sebagai kawan yang berjuang untuk bangsa dan negara. Dia mengatakan mau jadi menteri, saya bilang ngertilah, saya bilang tidak halangi kalau untuk kepentingan bangsa dan negara. Ya marilah bersatu," tandasnya.

Selain itu, Kivlan juga menjelaskan dirinya siap menghadapi sidang atas dugaan kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan menduga kasus yang ia alami didalangi Wiranto.

"Dengan saya dikuyo-kuyo (dipinggirkan) begini oleh grup mereka terutama Wiranto Cs ya saya juga prihatin tapi saya akan lawan semua rekayasa Wiranto Cs supaya saya masuk penjara karena masalah 1998. Saya banyak tahu bagaimana mereka itu berjuang untuk kepentingan sendiri dan kelompoknya," tutup Kivlan. (OL-2)

BERITA TERKAIT