14 January 2020, 12:16 WIB

Polisi Temukan Enam Selongsong Peluru di Area PT Freeport


Antara | Nusantara

Antara
 Antara
Dua bus karyawan milik PT Freeport ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata, Senin (13/1/2020).

TIM Satgas Khusus Polri menemukan enam selongsong peluru kaliber 5,56 mili meter dan 13 butir peluru tidak terpakai di lokasi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mile 53 area PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika. Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata di Timika, Selasa, (14/1) mengatakan selongsong peluru itu ditemukan saat Tim Satgas Khusus Polri menggelar olah tempat kejadian perkara pada Senin (13/1) petang.

Tim Satgas Khusus Polri juga telah mengidentifikasi dua bus karyawan PT Freeport yang menjadi sasaran penembakan oleh KKB pada Senin (13/1) pagi itu. Pada kedua bus karyawan Freeport tersebut, ditemukan enam bekas tembakan senjata api.
 
"Indikasinya ada dua titik yang diperkirakan menjadi sasaran penembakan oleh KKB yaitu di dua mobil (bus) karyawan saat melintas di Mile 53. Pelaku menunggu di jalur lintasan bus kemudian menembak dari posisi ketinggian," kata AKBP Era Adhinata.
 
Enam selongsong peluru dan 13 peluru yang tidak terpakai ditemukan di lokasi, diduga tempat pelaku saat membidik sasaran (bus karyawan) Freeport. Ada pun 13 butir peluru yang tidak terpakai terdiri atas sembilan butir berkaliber 5,56 mili meter dan dua butir berkaliber 7,62 mili meter.  Usai melakukan aksinya, KKB ditengarai langsung turun ke tebing terjal
kemudian menyeberang ke Kali Tabo untuk menghindari kejaran aparat keamanan. Kapolres mengatakan jajarannya terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Polisi juga terus melakukan koordinasi dengan manajemen PT Freeport agar mewajibkan seluruh kendaraan yang melintas di ruas jalan poros tambang yang menghubungkan Timika menuju Tembagapura menggunakan fasilitas antipeluru (armor).  Pihak kepolisian telah mendeteksi aksi teror penembakan di Mile 53 ruas jalan poros Timika-Tembagapura itu didalangi oleh KKB Kali Kopi pimpinan Joni Botak.

"Kelompok ini biasanya setelah melakukan aksi kemudian melarikan diri ke medan berat dengan tujuan menghambat gerak aparat masuk ke area itu. Di lokasi itu ada beberapa titik terbuka, itu bisa membahayakan personel kita," ujar AKBP Era Adhinata.

baca juga: DPRD Lembata Cuma Hasilkan Lima Produk Hukum Daerah
 
Pada Senin (13/1) pagi sekitar pukul 08.42 WIT, konvoi kendaraan PT Freeport diberondong tembakan oleh KKB di sekitar Mile 53, ruas jalan poros yang menghubungkan Timika menuju Tembagapura. Berondongan tembakan itu mengenai dua unit kendaraan bus pengangkut karyawan, masing-masing bus bernomor lambung 140487 dan 140419. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT