14 January 2020, 12:30 WIB

Nonton Film di Bioskop Manfaatnya Setara Kardio 45 Menit 


Fathurrozak | Weekend

123rf
 123rf
Nonton film di bioskop setara dengan kardio ringan 45 menit.

KABAR gembira bagi anda yang suka nonton ke bioskop. Baru-baru ini para peneliti University College London menemukan mereka yang konsentrasi nonton di bioskop detak jantungnya meningkat. Peningkatan ini setara dengan olahraga kardio ringan sekitar 45 menit.

Pasalnya saat otak berkonsentrasi, tubuh akan bereaksi dan distmulasi. Fokus jangka panjang juga bermanfaat bagi pikiran, kata para peneliti. Perjalanan cerita dalam film dapat meningkatkan konsentrasi dan memori, dengan memfokuskan pada satu hal untuk waktu yang lama. 

Penelitian UCL yang dibiayai Vue Cinema ini meneliti 51 orang yang menyaksikan re-make Aladin live-action 2019, para peneliti menggunakan sensor untuk melacak detak jantung dan reaksi kulit para penonton. Studi ini menemukan di bioskop orang menghabiskan sekitar 45 menit di 'zona jantung sehat' dengan jantung berdetak di antara 40% dan 80% dari tingkat maksimum. Mereka yang rata-rata berusia 30 tahun, bisa antara 95 dan 160 denyut per menit. Denyut jantung istirahat yang normal ialah antara 60 dan 100 bpm.

Capaian ini dinilai para peneliti setara dengan efek dari olahraga kardiovaskular ringan,  seperti jalan cepat atau berkebun. Hati orang-orang yang menonton film dinyatakan juga tampak bersinkronisasi dan berdetak secara serempak, yang dapat menciptakan perasaan kebersamaan. Selain manfaat fisik, keterampilan memecahkan masalah yang digunakan saat mencoba mengikuti alur film merupakan latihan yang baik untuk otak. 

"Pengalaman kultural seperti pergi ke bioskop, memberikan kesempatan bagi otak mencurahkan perhatian penuh kita untuk periode waktu yang berkelanjutan. Khususnya di bioskop, tidak ada yang bisa dilakukan selain berkonsentrasi atau fokus dengan diri,” ungkap Profesor Neuroscience di UCL, Dr Joseph Devlin.

“Selain itu, kemampuan kita untuk mempertahankan fokus dan perhatian memainkan peran penting dalam membangun ketahanan mental kita, karena penyelesaian masalah biasanya membutuhkan upaya terkonsentrasi untuk mengatasi hambatan. Dengan kata lain, kemampuan kita untuk mengatasi masalah tanpa gangguan membuat kita lebih mampu memecahkan masalah dan membuat kita lebih produktif. Di dunia ketika kita semakin sulit untuk menjauh dari gawai, tingkat fokus berkelanjutan ini baik untuk kita,” tambahnya. (Dailymail/M-3)

BERITA TERKAIT