14 January 2020, 09:37 WIB

DKP Kantongi Identitas Pengebom Ikan di Flores Timur


Antara | Nusantara

MI/John Lewar
 MI/John Lewar
TNI AL dan Tim Terpadu menangkap dua pelaku bom ikan di Perairan Flores Timur pada November 2019.  

DINAS Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah mengidentifikasi oknum-oknum nelayan, yang diduga kuat memiliki persediaan bahan baku peledak ikan di wilayah Kabupaten Flores Timur.

"Oknum-oknum nelayan yang disinyalir memiliki bahan peledak ikan di Flores Timur sudah kami identifikasi menyebar di Desa Sagu, Adonara, Waiwuring," kata Kepala Cabang DKP NTT Wilayah Kabupaten Lembata, Flores Timur, Sikka, Andi Amuntoda, Selasa (14/1).

Dia mengatakan, oknum-oknum nelayan yang diduga kuat memiliki bahan peledak sudah tercatat dan tinggal menunggu saat tepat untuk penindakan dari aparat penegak hukum setempat. Andi Amuntoda menambahkan pada Desember 2019, salah satu lokasi pernah digrebek pihak Polisi Perairan setempat. Namun polisi tidak menemukan bahan peledak sehingga pelaku tidak bisa ditindak.

"Bisa saja bahan baku masih disembunyikan, tapi nama-nama oknum nelayan sudah tercatat sehingga tinggal menunggu saat yang tepat untuk ditindak," ujarnya lagi.

Andi mengatakan, pergerakan oknum-oknum nelayan yang dimaksud juga terus dipantau melalui kelompok masyarakat pengawasa (Pokmaswas) setempat. Pihaknya mempercayai peran Pokmaswas di wilayah Flores Timur maupun Lembata dapat membantu pengawasan wilayah laut dari praktik penangkapan ikan secara ilegal.

baca juga: Longsor Bukit Putih Ancam Warga Klaten
 
Menurut dia, peran Pokmaswas setempat sudah terbukti seperti pada 2019 lalu terjadi peristiwa penangkapan sejumlah pelaku pengebom ikan yang informasi awalnya berasal dari laporan Pokmaswas. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berupaya memperkuat keberadaan Pokmaswas, seperti melalui bantuan telpon genggam yang sudah dialokasikan tahun ini untuk 7 Pokmaswas. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT