14 January 2020, 09:10 WIB

Longsor Bukit Putih Ancam Warga Klaten


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Longsor Bukit Putih pada Selasa (7/1/2020). Luncuran bebatuan besar itu tertahan di pepohonan.

SEBANYAK 159 kepala keluarga (KK) di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten (Jateng), diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor Bukit Putih, Gunungkidul, di musim hujan ini. Sebagai upaya pengurangan risiko bencana longsor Bukit Putih, warga Desa  Burikan yang tinggal di Dukuh Mundon dan Dukuh Groyokan, diimbau untuk siaga bencana dengan menggiatkan ronda malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris, mengatakan Bukit Putih yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Klaten dan Gunungkidul itu rawan longsor di musim hujan.

"Karena itu, kesiapsiagaan penting sebagai upaya mitigasi bencana, terutama penduduk di bawah bukit, seperti warga Dukuh Mundon dan Dukuh Groyokan," ujarnya di Posko Induk BPBD Klaten, Selasa (14/1).

Sementara itu, Kepala Desa Burikan Surata mengatakan, Bukit Putih berpotensi longsor di musim hujan ini. Untuk antisipasi warga Mundon dan Groyokan pun telah siaga menghadapi ancaman longsor bukit tersebut.

"Ancaman longsor Bukit Putih telah terbukti pada Selasa (7/1) lalu. Beruntung luncuran bebatuan besar itu tertahan di pepohonan, sehingga tidak sampai ke permukiman penduduk," kata Kades Burikan.

baca juga: Korban Banjir Bandang Lebak Bangun Jembatan Darurat

Pascaterjadi luncuran bebatuan tersebut, lanjut Surata, Desa Burikan yang terancam bencana longsor terus dipantau BPBD Klaten. Selain itu, untuk mengurangi risiko bencana, warga desa menggiatkan ronda malam. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT