14 January 2020, 09:04 WIB

Korban Banjir Bandang Lebak Bangun Jembatan Darurat


Antara | Nusantara

KORBAN banjir bandang dan tanah longsor di Desa Sukarame, Kabupaten Lebak, Banten membangun jembatan darurat secara gotong royong.

"Kita berharap pembangunan jembatan itu rampung Kamis (16/1) dan bisa dilintasi masyarakat setempat," kata Nana Mulyana, seorang tokoh warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Selasa, (14/1).
 
Dia memperkirakan pengguna jembatan darurat yang menghubungkan antardesa itu, bisa mencapai ribuan orang per hari.
 
Kondisi jembatan tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua, namun masyarakat bisa menitipkan sepeda motor miliknya di lokasi yang sudah disediakan sebelum melewati jembatan darurat tersebut. Jembatan tersebut menggunakan bambu serta tali seling dan hanya bisa dilintasi pejalan kaki.

"Namun, untuk sementara, warga yang akan menyeberang bisa menggunakan perahu karet sambil menunggu pembangunan jembatan darurat
rampung," tambahnya.

Menurut dia, jembatan tersebut untuk mempermudah jarak tempuh warga. Apalagi kondisi wilayah dilanda banjir bandang berupa perbukitan dan pegunungan. Jembatan di Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira itu, strategis untuk menopang perekonomian, pendidikan, kesehatan masyarakat setempat.  Pembangunan jembatan darurat yang dikerjakan pekan lalu secara gotong royong warga setempat itu, dipastikan rampung pada Kamis (16/1).
 
"Kami berharap pembangunan jembatan darurat bisa bertahan satu tahun ke depan. Lokasi itu tidak bisa dibangun jembatan permanen sebab masuk daerah proyek Waduk Karian," tambahnya.

Sejumlah masyarakat Desa Sukarame mengatakan pembangunan jembatan darurat itu membantu korban banjir bandang dan longsor memenuhi berbagai kebutuhan. Bencana alam beberapa waktu lalu itu mengakibatkan premukiman warga rusak berat, sebagian rumah hanyut, dan beberapa infrastruktur rusak.

baca juga: Ratusan Rumah di Kalijaga Cirebon Terendam Banjir
 
"Kami satu-satunya bisa keluar daerah melintasi jembatan darurat ini, karena jika melintasi jalan lain cukup jauh juga melintasi pegunungan dan perbukitan," kata Agus, seorang warga Desa Sukarame. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT