14 January 2020, 09:40 WIB

Jokowi kembali Undang Investor Asing di IKN


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

Dok .Biro Pers Setpres
 Dok .Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan pemaparan saat menjadi pembicara utama dalam Abu Dhabi Sustainability Week yang dihelat di Abu Dhabi.

PRESIDEN Joko Widodo kembali mengundang para investor di seluruh dunia untuk  berinvestasi dan berperan dalam pembangunan ibu kota negara (IKN) baru Republik Indonesia.

"Di ibu kota negara baru, kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik, dan kearifan terbaik," ujar Presiden saat menyampaikan pidato kunci pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, kemarin.

Jokowi menekankan IKN baru harus menjadi kota yang ditopang teknologi mutakhir dan lingkungan yang ramah. Di saat bersamaan, kawasan itu juga harus mampu menjadi wadah bagi inovasi dan kreativitas sehingga menjadi tempat yang memberikan kebahagiaan bagi penduduknya.

"Energi terbarukan dan teknologi yang bersih akan menghasilkan kehidupan berkelanjutan bagi pembangunan sosial dan ekonomi," ujarnya.

Maka dari itu, tambah Jokowi, peran dunia terutama negara-negara maju untuk turut terlibat dalam pembangunan ibu kota baru sangat dibutuhkan mengingat saat ini Indonesia masih memiliki keterbatasan dalam pengembangan teknologi. Menurut rencana, pembangunan IKN baru yang berlokasi di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, akan mengedepankan inovasi dan pembangunan kawasan yang ramah lingkungan.

Disebutkan, Indonesia kini memiliki 1,4 juta pegawai negeri sipil pusat yang apabila digabung dengan keluarga, akan ada sekitar 7 juta jiwa yang akan pindah ke IKN baru. Berpegang pada data itu, Jokowi tidak ingin hanya membangun ibu kota administratif dengan skala kecil.

"Kami ingin membangun kota smart metropolis karena populasinya akan tiga kali lipat populasi Paris, sepuluh kali lipat populasi Washington DC, bahkan akan menyamai populasi New York dan London," tutur Jokowi.

Oleh karena itu pula, Presiden Jokowi menekankan pentingnya gaya hidup urban di abad ke-21 yang rendah karbon dan bertanggung jawab secara lingkungan. "Kami akan membangun kota baru yang atraktif dan ramah bagi semua kalangan," ungkap Presiden.

Ketua DPR Puan Maharani berharap pemerintah bisa menjadikan sejarah ibu kota Australia, Canberra, untuk referensi penyusunan RUU IKN. "Paparan national capital exhibition menunjukkan bahwa perjalanan menjadikan serta mengembangkan Canberra sebagai ibu kota Australia adalah perjalanan panjang yang terus-menerus dilakukan hingga sekarang," ujar Puan.

 

Mohammed bin Zayed

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed akan ditunjuk sebagai salah satu dewan pengarah dalam proses pembangunan IKN baru. Penunjukan tersebut dilakukan saat Jokowi berkunjung ke UAE.

"Titelnya masih belum ditentukan, tetapi beliau akan berperan sebagai dewan pengarah bersama beberapa nama lain," ujarnya.

MI/Susanto
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

 

Kendati demikian, Luhut tidak menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Ia juga tidak mengungkap siapa saja tokoh-tokoh lain yang akan masuk ke tim dewan pengarah pembangunan ibu kota negara baru.

Satu hal yang pasti, lanjut Luhut, pemerintah tidak akan banyak mengandalkan APBN untuk membangun infrastruktur di ibu kota baru tersebut. (Pro/P-4)

BERITA TERKAIT