14 January 2020, 10:00 WIB

Nodai Machu Picchu, Enam Turis Ditangkap


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Cris BOURONCLE
 AFP/Cris BOURONCLE
Machu Picchu

ENAM turis ditangkap atas tuduhan merusak situs warisan budata Peru setelah feses ditemukan di salah satu kuil suci di Machu Picchu.

"Keenam turis itu ditangkap dan diinvestigasi atas dakwaan kejahatan terhadap warisan budaya," ujar Kepala Polisi Cusco Wilbert Leyva seperti dilansir kantor berita Andina.

Para turis itu diangkap pada Minggu (12/1) setelah jagawana dan polisi menemukan mereka di area terlarang Kuil Matahari, situs penting di kompleks bangunan Inca itu.

Leyva mengatakan pihak berwenang menemukan retak pada batu yang jatuh ke tanah dan menyebabkan keretakan.

Baca juga: Miliarder Jepang Cari Pacar untuk Diajak ke Bulan

Otoritas budaya Cusco, kawasan tempat Machu Picchu berada, mengatakan feses ditemukan di dalam Kuil Matahari.

Kelompok turis itu terdiri dari seorang warga negara Prancis, dua warga negara Brasil, dua warga negara Brasil, dan seorang warga negara Cile.

Mereka terancam vonis penjara selama empat tahun jika terbukti menodai warisan budaya Peru tersebut.

Machu Picchu yang mencakup tiga area berbeda untuk pertanian, perumahan, dan upacara keagaman merupakan situs paling terkenal dari Kerajaan Inca, suku yang pernah menguasai wilayah luas di Amerika Selatan selama 100 tahun sebelum kedatangan Spanyol pada abad ke-16.

Machu Picchu yang berarti gunung tua dalam bahasa Quechua berada di puncak gunung dan dibangun di era Kaisar Inca Pachacuti (1428-1471).

Situs itu ditemukan pada 1911 oleh seorang petualang Amerika Serikat, Hiram Bingham. UNESCO menetapkan Machu Picchu sebagai warisan budaya dunia pada 1983. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT