14 January 2020, 07:23 WIB

Pembersihan Lumpur di Bekasi Terkendala Alat Semprot Air


Gana Buana | Megapolitan

Mi/Gana Buana
 Mi/Gana Buana
Pembersihan lumpur di Perumahan PGP, Kota Bekasi kemarin, Senin (13/1).

SEJUMLAH aparatur Pemkot Kota Bekasi masih sibuk membersihkan lumpur bekas banjir awal 2020. Pembersihan yang dilakukan hingga malam Senin (13/1) malam ternyata banyak menghadapi kendala.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang ikut terjun langsung mengatakan pembersihan lumpur difokuskan dari satu titik ke titik yang lain.

Pegawai pemerintah dibagi menjadi beberapa tim untuk membersihkan di beberapa titik perumahan agar pembersihan lumpur sisa banjir bisa selesai cepat.

“Kemarin sudah di Perumahan Villa Jatirasa Minggu (12/1), Senin (13/1) dilanjut di PGP, dari mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 23.30 WIB tadi malam,” ungkap Rahmat, Selasa (14/1).

Rahmat menjelaskan, kendala dalam pembersihan lumpur memang ada. Mulai dari matinya alat penyedot dan pipa yang bocor sehingga memakan waktu lama untuk membetulkan pipa tersebut.

Baca juga: Gubernur Anies Lalai Antisipasi Banjir

Hingga pukul 23.00 WIB, tim Pemadam Kebakaran dan Tim BPBD Kota Bekasi masih mengakali agar air yang disedot dari Kali Bekasi masuk ke Mobil Pemadam Kebakaran. Bahkan, pipa yang bocor sempat diikat dengan baju-baju bekas yang dijumpai di lapangan.

Pembersihan lumpur bersama para pegawai ini, kata Rahmat, memang rencananya dilakukan hingga hari ini, Selasa (14/1), mengingat masa tanggap darurat berakhir pada hari ini.

“Kemungkinan hari ini akan dilanjut di PGP. Sementara untuk Kemang Ifi dan Vila Jatirasa masih para apatur lainnya untuk dibersihkan karena besok adalah hari terakhir evaluasi pascabencana yang diadakan seminggu full untuk para ASN,” kata dia.

Rahmat mengatakan evaluasi terkait bencana banjir akan disampaikan mulai dari pembenahan tanggul yang roboh sampai penyisiran Kali Bekasi. Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Salah satu pegawai di lingkup Humas Setda Kota Bekasi Derry mengatakan demi pembersihan lumpur pegawai pun rela lembur. Bahkan, untuk sekedar makan siang dan malam dilakukan di tengah kepungan lumpur.

“Ini makan siang geser ke sore, makan malam terlalu larut, bahkan kaki sudah lecet, tapi semangat masih ada,” tandas dia. (OL-2)

BERITA TERKAIT