14 January 2020, 04:00 WIB

Perbesar Peran Masyarakat dalam Kelola Alam


(Ifa/Ant/H-2) | Humaniora

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
 Rektor IPB Prof Dr Arif Satria

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) baru saja mengukuhkan tiga guru besar, termasuk rektornya, yakni Prof Arif Satria yang resmi menyandang gelar Guru Besar Tetap Fakultas Ekologi Manusia. Dua guru besar lainnya adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Prof Dr Nunung Nuryartono, serta Guru Besar Fakultas MIPA IPB Universiy Prof Dr Sri Budiarti.

Acara pengukuhan yang digelar di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB pada Sabtu (11/1), itu, dihadiri sejumlah pejabat negara. Dalam orasinya, Arif menyampaikan soal Modernisasi Ekologi dan Ekologi Politik: Perspektif Baru Analisis Tata Kelola Sumber Daya Alam. Menurut Arif, kerusakan alam dan lingkungan terjadi akibat kesalahan tata kelola pada sumber daya alam.

Menurutnya, dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA), masyarakat belum diperankan secara optimal. Padahal, di negara-negara dunia ketiga ada kecenderungan umum, banyak proyek nasionalisasi SDA yang menuntut peran negara lebih besar. "Perubahan tata kelola sumber daya alam sudah menjadi keniscayaan," ujar Arif.

Indonesia, kata Arif, saat ini dihadapkan pada sejumlah krisis lingkungan, salah satunya karena limbah plastik yang tidak terurai. Pada 2010, limbah plastik yang mengalir ke laut di 192 negara pantai, ada sekitar 4,8 juta ton hingga 12,7 juta ton per tahun.

"Indonesia adalah negara terbesar kedua yang menimbun limbah plastik setelah China. Indonesia menimbun limbah plastik 0,5 hingga 1,29 juta ton per tahun," katanya.

Selain plastik, sambung Arif, Indonesia juga dihadapkan pada ancaman krisis air bersih di 2025. Berdasarkan data KLHK, dari 125 juta kawasan hutan, terdapat 35 juta hektare yang rusak berat.

Pemegang titel S-2 Program Sosiologi Pedesaan IPB dan alumnus program studi Bidang Marine Policy di Jepang itu memang dikenal fokus pada bidang tata kelola SDA.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir saat itu mengatakan, ketekunan Arif, terutama di dalam studinya terkait dengan kawasan pesisir, perikanan, dan kelautan, banyak menghasilkan terobosan penting. (Ifa/Ant/H-2)

BERITA TERKAIT