13 January 2020, 21:21 WIB

Pembentukan Pansus Bisa Hambat Penyelesaian Jiwasraya


Faustinus Nua | Ekonomi

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
STAF ahli Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga

STAF ahli Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengungkapkan komitmen pihaknya untuk menyelesaikan kasus gagal bayar polis jatuh tempo PT Asuransi Jiwasraya secara bisnis. Untuk itu, dia menegaskan agar tidak ada intervensi politik terutama terkait wacana pembetukan panitia khusus (Pansus) oleh DPR RI.

Menurut Arya, pembentukan pansus merupakan bagian dari proses politik yang akan menghambat upaya penyelesaian secara bisnis. Proses politik akan berdampak pada perilaku investor yang akan wait and see hingga pansus berakhir.

"Kami sih tetap sepakat yang utama mengembalikan dana nasabah. Apakah dengan cara pansus investor akan masuk? Yang kita takut mereka nunggu dulu nih sampe pansus selesai," kata dia di komplek Kementerian BUMN, Jakarta (13/1).

Dijelaskannya, bahwa saat ini Kementerian BUMN sedang mencari investor untuk membeli anak perusahaan Jiwasraya Putra. Selain itu, pihkanya pun akan segera membentuk holding asuransi yang bisa membantu cash flow Jiwasraya sekitar Rp2 triliun setiap tahunnya.

Untuk itu, menanggapi usulan anggota DPR Komisis VI Andre Rosiade yang ingin segera membentuk pansus, dinilainya akan menghambat upaya pemerintah yakni Kementerian BUMN sendiri.

"Kalau mas Andre (Rosiade) yakin usulkan pansus uang nasabah kembali cepat, ya silakan. Tapi kalau ternyata ada pansus investor jadi nunggu selesai, bang Andre tanggung jawab kan ke nasabah. Jadi bang Andre perlu firm kalau ada pansus uang nasabah kembali," ungkapnya.

Dia juga menyoroti pernyataan Andre yang mengatakan kasus Jiwasraya lebih besar dari kasus Bank Century sehingga dibutuhkan pansus. Menurut Arya, hal tersebut tidak tepat karena uapaya pemilihan Jiwasraya sepenuhnya melalui mekanisme bisnis tanpa ada dana talangan dari pemerintah.

"Kalau Century kan berbeda. Dia ada uang dana talangan. Kalau ini kan belum ada dana talangan dari negara. Ini lebih ke pertanggungjawaban bisnis. Biarkanlah kami bekerja, Pak Erick bekerja, pak wamen kerja, teman-teman Jiwasraya kerja gimana kembalikan uang ke nasabah," pungkasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT