13 January 2020, 21:11 WIB

Tanggap Darurat Bencana Sukajaya Minta Diperpanjang


Dede Susianti | Nusantara

DUA desa di Sukajaya, Kabupaten Bogor hingga Senin (13/1) atau hari ke-13 pascabencana longsor, kondisinya masih terisolir.

Dua desa itu yakni Cileuksa dan Cisarua. Kedua akses tersebut masih belum ditembus. Karena kondisi tersebut, masa tanggap darurat bencana akan diperpanjang.

"Sebentar lagi habis masa tanggap darurat bencana. Tapi di lapangan perlu pembukaan akses Desa Cileuksa dan sebagian akses Desa Cisarua. Hasil rapat pengambil kebijakan, ada kemungkinan masa tanggap darurat akan diperpanjang,"kata Bupati Bogor Ade Yasin usai rapat di Pendopo Bupati, Senin (13/1).

Perpanjangan waktu, lanjut Bupati, agar peralatan masih bisa dipergunakan. Karena jika sudah habis, semua peralatan tidak bisa digunakan lagi dan akan ditarik.

"Kita masih butuh alat-alat berat itu untuk membuka yang maaih terisolir,"kata Bupati Ade.

Sementara untuk waktu berapa lamanya masa perpanjangan, masih dalam pembahasan dan akan melakukan pemeriksaan ulang di lapangan. Semuanya harus berdasarkan kondisi di lapangan dan beberapa pertinbangan lain.

"Kita masih harus cek lapangan dulu. Dalam dua hari ini atau tanggal 15 nanti akan diputuskan berapa hari lagi akan diperpanjang,"katanya.

Di tenui di kesempatan yang sama Danrem 061/Suryakencana Brigjen Novi Helmi Prasetya mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran dirinya bersama tim, terberat adalah menembus Cileuksa.

Dari Pasir Madang ke Cileuksa, katanya, ada 10 titik yang tertutup longsor dan kondisinya parah.

"Kemarin saya jalan dari Pasir Madang untuk ke Cileuksa. Dari Pasir Madang menuju Cileuksa Hilir masih butuh jam setengah. Kemudian dari Cileuksa Hilir ke kantor desa masih kurang lebih dua jam-an dengan jarak kurang lebih tiga kilo meter," terangnya.

Baca juga: Pencarian Tiga Korban Longsor Sukajaya Dihentikan

Danrem menyebut dirinya bersama anggotanya, berjalan sore hari dan baru sampai malam. Untuk 10 titik, lanjutnya, kondisi lingsorannya sangat tebal dan menghancurkan jalan aspal.

"Sudah ada tiga alat dari PU PR tapi tidak bisa menembus. Harus membuka jalan baru untuk tembus Cileuksa, karena jalan raya rusak," pungkasnya.

Berdasarkan data dari Posko Utama Tanggap Darurat Bencana yang dikomandoi Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letnan Kolonel Infantri Harry Eko, ada 28 kecamatan dari 128 desa kelurahan yang terdampak bencana longsor dan banjir pada 1 Januari atau tahun baru 2020.

Secara keseluruhan ada 9 desa terisolasi di Sukajaya, 6 desa di Nanggung. Sebelumnya khusus di Sukajaya ada 5 desa tertutup jalan berdasarkan data per 8 Januari.(OL-4)

BERITA TERKAIT