14 January 2020, 03:15 WIB

Iran Akhirnya Pilih Jalur Dialog


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

IRAN akhirnya memberi isyarat mendukung pengurangan eskalasi ketegangan melawan Amerika Serikat. Hal itu dianggap sebagai satu-satunya solusi untuk krisis regional yang sedang terjadi.

Isyarat itu muncul dalam pertemuan Presiden Iran Hassan Rouhani dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani di Teheran.

“Kunjungan ini terjadi pada saat yang kritis di kawasan ini. Kami sepakat satu-satunya solusi untuk krisis ini adalah pengurangan ketegangan dari semua pihak dan dialog,” kata Sheikh Tamim dalam kunjungan resmi pertamanya itu.

Sementara itu, Rouhani mengatakan pihaknya telah memutuskan untuk mengedepankan lebih banyak konsultasi dan kerja sama untuk keamanan seluruh wilayah.

Qatar adalah tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan itu tetapi juga bersahabat dengan Iran. Kedua negara berbagi ladang gas terbesar di dunia.

Presiden Iran juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi. Pakistan sebelumnya telah bersedia menjadi penengah dalam konflik antara Teheran dan sekutu AS, Arab Saudi.

Konflik AS-Iran memuncak sejak terbunuhnya petinggi militer Iran, Qasem Soleimani oleh serangan rudal AS di Baghdad, Irak.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan pihaknya masih bersedia berunding dengan Iran. Namun Teheran dengan tegas menolak untuk mengadakan pembicaraan dengan Washington kecuali jika sanksi ekonomi dicabut terlebih dahulu.

Sementara itu, serangan roket kemarin menghantam pangkalan udara Al-Balad di Irak yang juga dihuni oleh pasukan AS.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. AS sebelumnya selalu menuding milisi pendukung Iran sebagai pelakunya.

Terkait serangan itu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyatakannya sebagai pelanggaran kedaulatan Irak dan harus segera diakhiri.


Keadilan untuk korban

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan akan mengupayakan ‘keadilan’ bagi mereka yang tewas dalam pesawat penumpang Ukraina yang ditembak jatuh oleh Iran.

“Tragedi ini seharusnya tidak pernah terjadi, dan saya ingin meyakinkan Anda bahwa Anda mendapatkan dukungan penuh saya,” ung­kap Trudeau, kemarin.

Pemerintah Iran sendiri membantah telah berusaha “menutup-nutupi” kejadian penembakan pesawat tersebut.

“Tidak benar kalau kami berusaha menyembunyikan atau berbohong soal kejadian menyedihkan tersebut, kata juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei.

Akibat penembakan pesawat itu, sejumlah warga Iran kini berunjuk rasa dan meminta para pejabat yang terlibat untuk dipecat dan diadili.

Presiden AS Donald Trump sudah memperingatkan Iran agar tidak melukai para demonstran.
Senada, Juru Bicara Kemenlu Jerman, Maria Adebahr menyatakan warga Iran berhak turun ke jalan untuk menyuarakan kesedihan mereka.

Pemerintah Iran sendiri kini telah meminta polisi untuk tidak bertindak keras dalam penanganan unjuk rasa tersebut. (AFP/Rif/X-11)

BERITA TERKAIT