13 January 2020, 19:50 WIB

Tangkal Radikalisme, Wapres Libatkan Ormas Matlha'ul Anwar


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

ANTARA/AJI STYAWAN
 ANTARA/AJI STYAWAN
 Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah) berjalan usai membuka Musyawarah Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI),  Dewan Masjid Indoensia (DMI).

WAKIL Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin melibatkan organisasi masyarakat Matlha'ul Anwar dalam upaya menangkal radikalisme. Sebab menurutnya organisasi itu langsung bersentuhan dengan masyrakat.

Saat menanggapi permintaan Ketua Majelis Amanah Pengurus Besar Matlha'ul Anwar (PBMA) Irsjad Juwaeli mengatakan pihaknya siap  membantu. Namun yang pertama-tama pihaknya ingin menghilangkan faham radikalisme terutama di kalangan jemaah PBMA. Meskipun, tegasnya, tidak ada ormas yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berpaham radikal termasuk PBMA.

Baca juga: Antara Pendidikan dan Radikalisme

"Hampir semua ormas yang ada di lingkungan kita baik Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, PBMA kelihatan tidak ada yang berpikir radikal tapi yang di luar konteks itu yang perlu kita dakwahi," ucapnya kepada media di Kantor Wakil Presiden, Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (13/1).

Ia menyampaikan pesan Wapres bahwa pancasila ialah ideologi dan falsafah negara yang telah menjadi kesepakatan seluruh bangsa. Sebagai bagian dari ormas islam, PBMA, imbuhnya, terus bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat di Indonesia, terutama ormas-ormas dan masyarakat non islam dan muslim untuk membangun toleransi.

"Toleransi yang luas untuk kepentingan bangsa dan negara. Bangsa dan Negara tidak bisa dibangun oleh kita saja tetapi oleh seluruh masyarakat. Kita sudah ada kebhinekaan, kesatuan NKRI ini yang perlu kita jujung tinggi," terangnya.

Dijelaskannya, mengenai radikalisme muncul karena pemahaman yang kurang jelas mengenai Islam. Ketidakpahaman itu kemudian disampaikan sehingga terjadi benturan-benturan di kalangan umat islam. Oleh karena itu, PBMA ingin memberikan pemahaman dakwah yang benar melalui kotbah di masjid-masjid dan majelis taklim.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PBMA Ahmad Sadali Karim mengatakan Pancasila sudah menjadi pemberian. PBMA, imbuhnya, juga mendukung ide Wapres untuk mengembangkan usaha kecil dan menegah (UKM) di daerah supaya ekonomi menjadi meningkat.

"Ini juga menekan radikalisme. Beliau (wapres) mendukung zakat menjadi lebih baik. potensi zakat triliunan tapi belum berefek. Kita ingin umat islam wajib zakat. Juga beliau mengatakan agar kita semua menjaga toleransi bersama umat lain untuk bersatu demi keutuhan bangsa," tukasnya.

Matlha'ul Anwar merupakan organisasi islam yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah berbasis di Pandeglang, Provinsi Banten. (Ind/A-2)

BERITA TERKAIT