13 January 2020, 19:00 WIB

Sidak Wabup Lembata Temukan Pasien Membeludak di Musim Penghujan


Alexander P Taum | Nusantara

WAKIL Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur, Thomas Ola Langoday, Senin (13/1), melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Lewoleba. Sidak tersebut dilakukan Wabup Lembata, menyusul membeludaknya pasien yang memeriksakan diri di rumah sakit tipe C itu pada musim penghujan ini.

Disaksikan Media Indonesia, Wabup Thomas Ola yang didampingi Direktur RSUD Lewoleba, dr Bernard Yosep Beda, menyambangi pasien yang memadati ruang tunggu RSUD yang baru dirampungkan.

Wabup menanyakan keluhan pasien, kemudian memastikan mereka dilayani dengan baik. Di musim penghujan ini, jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap di RSUD meningkat 60 hingga 100 orang per hari. Padahal, pada musim kemarau jumlah pasien di bawah 50 orang per hari.   

Dalam sidak tersebut, Wabup Lembata memastikan Gerakan Zero ATM (AIDS, TBC, dan malaria) yang dicanangkan pemerintah setempat telah mengalami penurunan. Selain itu, Thomas Ola ingin memastikan pelayanan di RSUD Lewoleba baik.

Sayangnya, diketahui ada kecenderungan peningkatan penyakit demam berdarah. Wabup juga menemukan adanya kerusakan pada bangunan RSUD lantai dua yang baru selesai dibangun menghabiskan dana senilai Rp11,5 miliar.   


Baca juga: Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Ledakan Bom di Bengkulu


"Musim penghujan pasien membeludak, pikiran kita jangan sampai ada penyakit-penyakit tertentu yang ada di Lembata, setelah saya cek ternyata, malaria kita menurun tetapi ada gejala peningkatan demam berdarah, berarti Gerakan Zero ATM itu sudah mulai menunjukkan hasil yang baik," ujar Wabup.  

Ia berharap Gerakan Zero ATM dapat menghentikan penyebaran penyakit mematikan AIDS, TBC, dan malaria di Lembata guna menciptakan generasi sehat di Lembata.
 
"Mudah-mudahan AIDS bertahan di angka 361, tidak bertambah lagi. Menurun boleh. TBC mudah-mudahan tidak bertambah lagi, sedangkan malaria sudah menurun bahkan hampir tidak ditemukan. Mudah-mudahan kondisi ini dapat dipertahankan selama periode 2020 ini. Itu artinya, berbagai upaya kita selama ini, termasuk inovasi Zero ATM sudah mulai menunjukkan hasil yang baik," ujar Thomas Ola.   

Wabup juga meminta OPD teknis untuk menyiapkan Narasi hasil dari Gerakan Zero ATM, guna memudahkan mapping atau pemetaan dengan baik agar memudahkan penanganan.  

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lembata, dr Lusia Chandra, membenarkan adanya peningkatan demam berdarah. Menurut Lusia, peningkatan penyakit itu disebabkan meningkatnya nyamuk aides aigepti di musim penghujan. Kondisi ini, menurut dia, memudahkan penularan demam berdarah, kebanyakan oleh pasien yang datang dari luar Lembata.

"Nyamuk aides aigepti ini menggigit pasien yang datang dari luar Lembata, kemudian menularkan kepada orang lain yang ada di Lembata," ujar Lusia. (OL-1)

BERITA TERKAIT