13 January 2020, 22:25 WIB

Bos Kuta Paradiso Dituntut 3 Tahun


MI | Nusantara

Ilustrasi
 Ilustrasi
Bos Kuta Paradiso Dituntut 3 Tahun

TIGA pasal pidana dilayangkan untuk Harijanto Karjadi. Pengusaha di Bali itu didakwa melakukan penipuan, penggelapan, dan memberikan keterangan palsu pada akta autentik.

“Untuk itu kami menuntut terdakwa dihukum selama tiga tahun. Terdakwa bersalah melakukan perbuatan melawan hukum,” ujar jaksa penuntut umum Ketut Sujaya dalam sidang kasus bos Hotel Kuta Paradiso, itu, di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (13/1).

Ketut mengakui ada satu pasal lagi yang sebenarnya ia ajukan, yakni dugaan pencucian uang. Namun, tim JPU tidak bisa membuktikan dugaan itu sehingga tidak disertakan dalam pasal tuntutan.

Ketua tim kuasa hukum Harijanto, Petrus Bala Patyona, akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya, Kamis (16/1).

Kasus ini bermula dari laporan Tommy Winata, pengusaha asal Jakarta, yang mengaku dirugikan hingga US$20 juta lebih atau sekitar Rp285 miliar oleh ulah Harijanto. Ia dituding melakukan trik bisnis untuk terlepas dari membayar kewajiban atas dana pembangunan Hotel Sol Paradiso yang telah berganti nama menjadi Hotel Kuta Paradiso di Jalan Kartika Plasa Kuta, Kabupaten Badung.

Dalam dakwaannya, JPU menyatakan Harijanto sebagai Direktur Utama Geria Wijaya Prestige telah mendapat pinjaman sindikasi 7 bank sebesar US$17 juta untuk membangun Hotel Sol Paradiso.
Sebagai jaminan kredit, perusahaan menyerahkan tiga sertifikat lahan dan gadai saham milik Harijanto dan dua saudaranya, Hermanto Karjadi dan Hartono Karjadi. Jaminan diserahkan kepada Bambang Irawan, kuasa PT Bank PDFCI yang bergabung dengan Bank Danamon sebagai agen jaminan.

Dalam perjalanan Bank Danamon mengundurkan diri hingga akhirnya piutang perusahaan itu dipegang PT Bank China Construction Bank Indonesia. Tommy Winata membeli piutang tersebut.

Kuasa hukum Tommy, Dezrizal, menemukan kejanggalan. Ada jual-beli saham antara Hartono Karjadi dan Sri Karjadi, adiknya sendiri. Harijanto memberi persetujuan, meski mereka sudah menjaminkan saham itu ke sindikasi bank. Kasus ini akhirnya bergulir hingga ke meja hijau. (OL/N-2)

 

BERITA TERKAIT