13 January 2020, 15:03 WIB

Rupiah Kuat, BI tidak akan Intervensi


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
 ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Petugas menghitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

DEPUTI Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan pihaknya tidak akan mengintervensi penguatan rupiah. Sebab, berbagai faktor pendukung rupiah berada dalam kondisi yang baik.

"Kita tetap melihat rupiah sesuai dengan kekuatan pasar, artinya sepanjang masih sesuai dengan fundamental, kita tidak akan mengintervensi. Ini pun didukung oleh kondisi makro kita yang cukup positif," kata Dody usai menghadiri pelantikan Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio di gedung Mahkamah Agung, Senin (13/1).

Selain itu, lanjutnya, hasil survei konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia menunjukkan arah yang positif. Ditambah pula dengan aliran modal yang terus masuk dan mendorong perekonomian Indonesia. Oleh karenanya, BI tidak akan banyak melakukan intervensi.

"Ditambah lagi tentunya cadangan devisa yang menguat, ini faktor yang membuat rupiah cukup confidence, kami juga confidence terhadap perkembangan rupiah," ujar Dody.

"Kita tentunya punya perhitungan, tentunya sepanjang insafe nilai fundamental kita tetap membiarkan rupiah itu menguat," imbuhnya.

Baca juga: Fundamental Kebijakan Kuat, Rupiah Perkasa

Dody menuturkan, perkembangan laju perdagangan dalam negeri masih terbilang baik. Menurutnya, hal itu dapat dilihat dari ekspor triwulan ketiga yang terbilang positif.

"Ini memberikan confidence untuk trade balance kita, mudah-mudahan angkanya terakhir memberikan surplus tetapi tentunya kita belum melihat suatu surplus yang meningkat begitu pun indikator impor juga membaik. Khususnya dari kondisi migas karena kita melihat dampak dari kebijakan b20 ini tentunya mengurangi kita negara untuk melajukan impor migas," pungkas Dody.

Diketahui nilai rupiah hingga 12.00 WIB terhadap dolar Amerika Serikat berada di angka Rp13.600.(OL-5)

BERITA TERKAIT