13 January 2020, 14:54 WIB

Filipina Ingatkan Dampak Kesehatan Akibat Hujan Abu Gunung Taal


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

DEPARTEMEN Kesehatan Filipina memberikan peringatan kepada masyarakat soal bahaya kesehatan yang disebabkan hujan abu akibat letusan Gunung Taal.

Dalam sebuah laporannya, Minggu (12/1) malam, Departemen Kesehatan Filipina mengatakan efek dari hujan abu untuk kesehatan dapat meliputi iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan.

Pihaknya juga mengatakan penyakit seperti bronkitis, ketidaknyamanan saat bernafas, iritasi kulit, dan masalah pada kulit lainnya juga dapat dikatakan efek dari hujan abu yang turun akibat letusan Gunung berapi Taal.

"Jika anda mengalami masalah salah satu dari gejala-gejala tersebut, segera cari bantuan medis di fasilitas kesehatan terdekat," kata Sekretaris Departmen Kesehatan Filipina, Francisco Duque III, seperti dilansir kantor berita Filipina PNA.

Selain risiko kesehatan seperti yang dilaporkan, Departemen Kesehatan juga mengatakan hujan abu dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalanan yang licin.

Baca juga: Pengungsi Akibat Letusan Gunung Taal Terus Bertambah

Pihaknya menyarankan agar masyarakat untuk tidak keluar dari rumah sementara waktu dan menutup semua jendela, pintu serta menggantung tirai yang lembab di jendela dan pintu untuk menghindari masuknya abu.

Gunakan masker atau penutup hidung dan mulut, juga gunakan kacamata serta lihat situasi terbaru bila ingin berpergian.

Departemen Kesehatan juga merekomendasikan penggunaan masker N95 untuk perlindungan, dan tetap waspada serta bersiap untuk evakuasi.

"Bagi mereka yang melakukan evakuasi, berhati-hatilah saat mengemudi dalam jarak pandang rendah dan bawa air tambahan untuk membersihkan kaca kendaraan jika abu menutupi pandangan anda," imbuhnya.

Sebelumnya, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengatakan Gunung Taal tetap berada di ambang kemungkinan erupsi berbahaya setelah menciptakan 75 kali gempa bumi pada 4.30 pagi waktu Filipina.

Karena efek berbahaya letusan itu, sejumlah sekolah dan kantor pekerjaan pemerintah di Calabarzon, Luzon dan wilayah ibu kota Filipina, Senin (13/1), diliburkan.(PNA/OL-5)

BERITA TERKAIT