13 January 2020, 11:09 WIB

Saham PT Royalindo Investa Wijaya Melantai di Bursa


Hilda Julaika | Ekonomi

DIREKTUR Utama PT Royalindo Investa Wijaya Leslie Soemedi mengatakan perusahaan yang bergerak di bidang real estate resmi mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini menawarkan saham sebanyak 861,82 juta lembar. Dengan harga per sahamnya sebesar Rp110.

Pada perdagangan perdananya hari ini, Senin (13/1), harga saham emiten berkode INDO ini naik 77 poin atau 70% (auto reject atas/ARA) menjadi Rp187 per saham dari harga initial public offering (IPO) Rp110 per saham.

"PT Royalindo Investa Wijaya hari ini sebagai emiten ke-4 yang melantaikan sahamnya di tahun 2020. Sesuai surat keputusan Dewan Komisioner OJK, saham kami pun ditetapkan sebagai saham syariah," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (13/1).

Leslie menyebut ke depannya perusahaan ini akan melakukan ekspansi bisnis ke pengembangan penyediaan jasa indekos di lokasi-lokasi strategis. Pengembangan dilakukan melalui potensi investasi yang ada sehingga bisa melakukan pengembangan fasilitas dan penambahan unit indekos.

"Ke depannya kami berencana berinvestasi dan mengembangkan fasilitas indekos di lokasi-lokasi lainnya," imbuh Leslie kepada awak media.

Baca juga: BEI Undang UKM Masuk Bursa

Sebagai informasi, PT Royalindo Investa Wijaya bergerak dalam bidang perdagangan, real estat dan jasa konsultasi manajemen. Perseroan memiliki 3 anak perusahaan yang bernama PT Semangat Bangun Nusantara, PT Mulia Arta Nusantara, dan PT Semangat Pangeran Abadi.

Corporate Secretary PT Royalindo Investa Wijaya, Ko Sugiarto, tahun 2020 perusahaan ini akan fokus mengembang bisnis indekos. Menurutnya, bisnis Indekos paling cocok untuk diterapkan di Indonesia sesuai kebutuhan masyarakatnya.

Saat ini, indekos yang dijalankan oleh perusahaan, sambungnya, berada di kawasan Cempaka Putih dan PJ Mansion. Dengan kapasitas kamar sebanyak 150 kamar dan kisaran harga di bawah Rp2 juta.

"Dengan pembangunan yang akan dilakukan. Kami bisa meningkatkan kapasitas kamar hingga 400-500 kamar indekos. Untuk gambaran nominal biaya pembangunannya belum ada gambaran. Saat ini masih disusun desainya terlebih dahulu," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT