13 January 2020, 12:00 WIB

Wow, 1 Orang Indonesia Hasilkan Sampah Makanan 300 Kg Per Tahun


mediaindonesia.com | Humaniora

ANTARA FOTO/Fauzan
 ANTARA FOTO/Fauzan
Ilustrasi Sampah Makanan

PREDIKAT sebagai negara dengan sumbangan sampah makanan terbesar kedua di dunia diraih oleh Indonesia, satu peringkat di bawah Arab Saudi. Padahal, orang Indonesia kerap diwanti-wanti agar tak menyisakan makanan dan membuangnya percuma.

Berdasarkan sumber Badan Ketahanan Pangan Kementan dan sumber lain, sampah makanan atau food waste orang Indonesia jika dikumpulkan dalam satu tahun jumlahnya mencapai 1,3 juta ton. Sehingga dirata-rata, satu orang menghasilkan sampah makanan 300 kilogram per tahun. Berikut beberapa info terkait dengan sampah makanan yang masih banyak dihasilkan di Indonesia.

1. Dari total food waste 1,3 juta ton, sebanyak 113 kilogram per tahun dihasilkan dari rumah tangga atau 28 kilogram per tahun per orang.

2. Limbah makanan tertinggi yakni jenis sayuran 7,3 kg, buah-buahan 5 kg, tempe-tahu-oncom 2,8 kg, umbi dan jagung 2,4 kg dan beras 2,7 kg. Sementara yang paling sedikit ditemukan dalam sampah makanan yakni kacang-kacangan 0,4 kg, telur 1 kg, ikan dan seafood 1,5 kg, daging 1,6 kg, susu dan olahannya 1,7 kg serta makanan lainnya 1,8 kg. Perhitungan ini dengan satuan per orang per tahun di Indonesia.

3. Jumlah sampah makanan pun meningkat selama bulan puasa dan lebaran, yaitu lebih dari 10%.

4. Jumlah sampah makanan tersebut ternyata mampu menghidupi 11% penduduk atau 28 juta penduduk miskin yang kurang mendapat asupan gizi. Tentu bisa menjadi salah satu solusi masalah stunting dan wasting di Indonesia yang besarannya mencapai 30% dari jumlah penduduk.

5. Masyarakat kelas atas dan menengah adalah penyumbang sisa makanan terbesar di Indonesia dan bila dikelompokkan berdasar sumbernya berasal dari restauran, hotel, usaha katering, perusahaan dan rumah tangga. 

6. Perilaku kita yang kerap menyisakan makanan saat berada di restauran ataupun acara keluarga seperti pesta pernikahan menjadi salah satu penyumbang sampah makanan. Karena itu, budayakan makan seperlunya dan sesuai kebutuhan.

7. Kini, sebagian restauran telah menetapkan aturan denda bagi pelanggan yang menyisakan makanannya. Pun mulai bermunculan organisasi masyarakat yang menampung sisa makan masih layak dimakan untuk dibagikan pada mereka yang membutuhkan.

Baca juga: UMB Ajak Warga DKI Budayakan Tak Buang Sampah Sembarangan

Mari, biasanya makan seperlunya, tidak berlebihan, sehingga tidak menyisakan makanan. Anjuran ini juga sejatinya disampaikan oleh semua agama, berikut penjelasannya;

a. Islam mengajarkan dalam Al A'raaf:31 - pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Kemudian di Al Isro' 26-27:  Janganlah kamu menghambur-hamburkan secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan

b. Nasrani dalam Yohanes 6:12, dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid Nya: "kumpulkan lah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang" 

c. Ajaran Hindu : Taitiriya Upanisad, bhurguvali, Anuvak 1:  Jangan pernah menunjukkan rasa tidak hormat kepada makanan. Makanan adalah sumpah suci agama.(RO/OL-5)

BERITA TERKAIT