13 January 2020, 09:54 WIB

Indonesia-UAE Sepakati Kerja Sama Ekonomi Senilai US$22,89 M


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Setpres-Laily Rachev
 ANTARA FOTO/Setpres-Laily Rachev
Presiden Joko Widodo memberi hormat sebelum bertolak ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di Lanud Halim Perdanakusuma

INDONESIA dan Uni Emirat Arab (UEA) menyepakati 11 perjanjian kerja sama di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi dan riset dengan estimasi nilai investasi sebesar US$22,89 miliar atau setara Rp314,9 triliun.

Penandatanganan kerja sama itu dilaksanakan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) sore, disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo serta Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Mohamed bin Zayed.

Presiden Jokowi mengapresiasi kemajuan yang signifikan dalam hubungan kemitraan antara kedua negara.

"Melihat situasi yang berkembang secara positif saat ini, saya yakin UAE akan terus menjadi mitra kerja penting bagi Indonesia, terutama di bidang investasi,” ucap Presiden Jokowi melalui keterangan resmi, Senin (13/1).

Selain dalam bidang ekonomi, kerja sama juga ditorehkan dalam bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan dan penanggulangan terorisme.

Baca juga: Jokowi Bahas Investasi dengan Putra Mahkota UEA

Presiden menyampaikan Indonesia ingin bekerja sama di sektor pendidikan dan keagamaan guna menciptakan Islam yang modern, moderat dan toleran.

 “Hal ini sangat penting artinya bagi upaya mencegah ektremisme dan terorisme,” kata Jokowi.

Putra Mahkota Mohamed bin Zayed pun menyampaikan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia bisa menjadi teladan yang baik bagi banyak negara Islam lainnya.

"Islam adalah agama yang selalu mengajarkan kedamaian. Islam tidak pernah mengajarkan terorisme. Islam selalu mengedepankan kedamaian,” ujar Zayed.

Ia pun menyebut hubungan kedua negara masih dapat terus ditingkatkan di semua bidang.

"Kita dapat memulai era baru hubungan kedua negara yang lebih erat," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT