13 January 2020, 10:45 WIB

Warga Kanada Kenang Korban Pesawat Ukraina yang Jatuh


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Geoff Robins
 AFP/Geoff Robins
Pelayat berpelukan dalam acara doa bersama di Islamic Center di Toronto, Kanada untuk mengenang korban kecelakaan pesawat di Iran.

RIBUAN orang menghadapi doa bersama di Kanada, Minggu (12/1), untuk mengenang 57 warga negara itu yang menjadi korban jatuhnya pesawat Ukraina di Iran.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dalam doa bersama di Edmonton, mengatakan bahwa tragedi itu menghantam komunitas Iran-Kanada sehingga menyebabkan Kota Edmonton dan seluruh Kanada berduka.

"Kami ingin memastikan seluruh keluarga dan seluruh warga Kanada tidak akan tinggal diam hingga ada jawaban atas tragedi itu. Kami tidak akan tinggal diam hingga ada keadilan," tehas Trudeau.

Baca juga: Trump Ancam Iran soal Demonstran

Sebanyak 176 orang tewas saat pesawat milik maskapai penerbangan Ukraine International Airlines jatuh pada 8 Januari, tidak lama setelah lepas landas. Sebanyak 57 orang di antara penumpang pesawat itu adalah warga Kanada, mayoritas juga berkewarganegaraan Iran.

Iran telah mengaku tidak sengaja menembak jatuh pesawat itu.

Dalam sebuah upacara di Universitas Toronto, para mahasiswa mengungkapkan kemarahan mereka.

"Para imigran itu memiliki harapan dan mimpi yang tinggi. Mereka bekerja keras namun harus mati setelah pesawat mereka ditembak," ujar Ali Esnaashani,

"Saya marah dan sedih," imbuh pria berusia 30 tahun itu. "Namun, saya juga senang karena seluruh komunitas bersatu seperti ini.

Kanada merupakan rumah bagi kelompok besar diaspora Iran. Pada 2016, 210 ribu warga Kanada menyatakan memiliki darah Iran. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT