13 January 2020, 08:10 WIB

Maskapai Ini Siapkan Kebijakan Netral Karbon


Irana Shalindra | Weekend

JetBlue pekan lalu mengumumkan bahwa ia akan menjadi carbon neutral pada Juli sebagai respons terhadap kekhawatiran yang berkembang tentang bagaimana industri penerbangan memicu krisis iklim. Maskapai yang berbasis di New York itu mengatakan akan mengalokasika  anggaran untuk proyek-proyek perlindungan hutan dan produksi energi terbarukan seperti pertanian, listrik tenaga surya dan angin untuk mengimbangi 15 miliar hingga 17 miliar pound (7 juta hingga 8 juta metrik ton) dalam emisi per tahun.

Dewasa ini, industri penerbangan adalah salah satu sumber emisi karbon dioksida yang tumbuh paling cepat, gas rumah kaca utama. Sebuah laporan baru-baru ini dari Dewan Internasional tentang Transportasi Bersih menemukan bahwa emisi karbon dioksida dari sektor ini meningkat lebih dari 30% antara 2013 dan 2018, sebuah angka yang diperkirakan akan berlipat tiga pada tahun 2050 - elas merupakan berita yang sangat buruk bagi planet yang tengah mengalami pemanasan ini.

Publik di Eropa dan Amerika pun kini mulai mengurangi intensitas terbang dan memilih moda lain yang lebih sedikit menciptakan emisi karbon. Baru-baru ini, band kenamaan Coldplay misalnya, bahkan menyatakan tidak akan menggelar rangkaian konser internasional untuk album terbaru mereka demi menghindari terbang dengan pesawat.

Sementara penyeimbangan karbon mungkin tampak sebagai solusi baik untuk krisis iklim, sebuah studi Uni Eropa baru-baru ini menemukan 85% dari proyek penyeimbang yang diteliti gagal menghasilkan pengurangan karbon yang dijanjikan.

JetBlue mengatakan bahwa mereka mengetahui kritik dan mengonfirmasi bahwa proyek penyeimbangan karbon yang dipilihnya telah diaudit dan diverifikasi secara independen, serta dirancang untuk menghindari masalah seperti penghitungan ganda dan estimasi berlebihan.

"Kami mengurangi di mana kami bisa dan mengimbangi di mana kami tidak bisa," kata CEO JetBlue Robin Hayes dalam pernyataan itu. "Dengan mengimbangi semua penerbangan domestik kami, kami menyiapkan bisnis kami untuk ekonomi rendah karbon yang harus direncanakan penerbangan - dan semua sektor ."

Selain itu, JetBlue mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan bahan bakar berkelanjutan pada penerbangan yang berangkat dari San Francisco pada pertengahan 2020 dengan 'Bahan Bakar Jet Renewable Neste MY,' yang menurut perusahaan memiliki kapasitas untuk mengurangi emisi karbon yang memengaruhi iklim hingga 80% dibandingkan untuk bahan bakar jet konvensional. Maskapai ini juga akan berupaya mengganti pesawat yang lebih tua dengan model yang lebih efisien.

Kira-kira maskapai di Indonesia sudah ada yang punya niat serupa kah? (LonelyPlanet/M-2)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT