13 January 2020, 04:30 WIB

Salvita Decorte Pengalaman Menantang di Abracadabra


Ferdian Ananda Majni | Hiburan

INSTAGRAM @SALDECORTE
 INSTAGRAM @SALDECORTE
Aktris Salvita Decorte

AKTRIS Salvita Decorte, 29, mengaku sangat terkesan atas pengalamannya bermain dalam film terbarunya Abracadabra yang baru saja tayang di bioskop pada 9 Januari 2020. Dalam film yang disutradarai Faozan Rizal tersebut, Sal, panggilan akrabnya, berperan sebagai Sofnila.

Selama syuting, perempuan yang mengawali kariernya sebagai model ini mengaku banyak belajar dari lawan mainnya, Reza Rahadian, yang berperan sebagai Lukman.

"Cara dia berakting, semua yang dia lakukan, dia melakukan semuanya dengan penuh dedikasi," jelas Sal di Jakarta, beberapa waktu lalu. Sal pun mengaku gugup ketika beradu akting dengan Reza. Meski sebelumnya keduanya bermain dalam film serial HBO Halfworls garapan Joko Anwar, Sal mengaku mereka belum pernah berada dalam scene yang sama.

"Pernah sama-sama main di Halfworlds, tapi aku enggak pernah satu scene sama dia dan aku enggak terlalu kenal dia," beber Salvita. Ia juga memuji Reza yang disebutnya sangat peduli dengan rekan-rekannya.

Salvita mengaku kelelahan ketika pengambilan gambar dilakukan. Lokasi syuting berada di Yogyakarta, berlangsung selama tiga minggu. Cuaca di lokasi sangat panas sehingga ia selalu berkeringat. Salvita yang juga menekuni dunia lukis, harus mengenakan pakaian ketat sambil menari selama pengambilan gambar.

"Syuting di pantai dengan kostum ketat. Karena kepanasan, saya kesulitan bernapas," tutur Sal yang mendapatkan nominasi aktris pendatang baru terbaik dalam Tuti Indra Malaon Awards di Piala Maya 2015. Dalam kondisi seperti itu, Reza tak luput menanyakan kondisi Salvita.

Walaupun demikian, ia mengaku terkesan dengan proses syuting film tersebut. Ketika ditawari peran Sofnila oleh Produser Fourcolours Films Ifa Isfansyah, Sal menuturkan ia tak kuasa menolak. "Imajinasi aku ke mana-mana dan aku belum pernah ditawarkan karakter Sofnila. Film seperti ini sangat gampang buat saya bilang iya," ucap aktris kelahiran Bali itu.

Abracadabra menceritakan kisah pesulap hebat Lukman yang berniat pamit dari dunia sulap-menyulap. Aksi panggungnya gagal dan berbuntut panjang akibat kotak kayu warisan ayahnya yang meninggalkan misteri. Akibatnya, sang pesulap harus memecahkan teka-teki dalam kotak tersebut.

 

Berawal model

Meski lahir di Bali, Sal yang lahir 13 Juli 1990 ialah keturunan Jerman, India, dan Indonesia. Mengawali karier sebagai model di usia 15 tahun, pada 2015 ia mulai melebarkan sayap. Ia membintangi film Lily: Bunga Terakhirku bersama aktor Baim Wong dan aktris Wulan Guritno.

Tak hanya berakting dan menjadi model, Sal juga gemar melukis.

"Aku ingin tahu lewat melukis bisa membawa sejauh mana di hidup aku, makanya bukan sekadar hobi. Ada yang bisa dilakukan lebih, entah itu untuk society atau mengekspresikan diriku," akunya.

Tak mengherankan jika laman Instragram Sal pun penuh dengan lukisan karyanya. Ia juga memamerkan hasil karyanya ke publik, seperti dalam pameran Pentimento: A Speculative Trace di Dia.Lo.Gue Space Art, yang digelar tahun lalu di Jakarta.

Sal mengatakan, ia bukan tipe orang yang mengungkapkan emosi secara verbal. Oleh karena itu, lukisan karyanya banyak bertema abstrak. Baginya, setiap orang perlu memiliki kebebasan berekspresi. Menurut Sal juga, melukis merupakan caranya menyalurkan kebebasan berekspresi. "Kita perlu percaya diri. Jangan biarkan siapa pun menyalahkan hidup kita." (Jek/H-3)

BERITA TERKAIT