13 January 2020, 00:05 WIB

Tsai Ing-wen Kembali Terpilih Presiden Taiwan


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

PARA pemilih Taiwan telah memilih kembali presiden petahana Tsai Ing-Wen dalam pemilihan besar-besaran yang berfungsi sebagai teguran keras terhadap Beijing dan upayanya untuk mengintimidasi dan membujuk Taiwan kembali ke Tiongkok.

Tsai Ing-wen memenangkan pemilihan umum Presiden dengan meraih sekitar 57 persen suara. Kemenangan Tsai ini menjadi pukulan politik bagi Tiongkok, yang menilai Tsai cenderung ingin menjaga jarak dari Beijing.

“Hari ini kita telah membela demokrasi dan kebebasan kita. Besok mari berdiri bersama mengatasi semua tantangan dan kesulitan,” kata Tsai di depan kerumunan pendukungnya pada Sabtu (11/1).

Tsai meraih suara sekitar 8.2 juta atau lebih tinggi 1.3 juta suara dibandingkan dengan kemenangannya pada 2016. Rival utamnya yaitu Han Kuo-yu dari Partai Kuomintang, yang pro Beijing, hanya meraih 39 persen suara dan mengakui kekalahannya.

Tsai Ing-wen sempat menyampaikan pidato singkatnya. Kedua mata Tsai Ing-wen tampak berkaca-kaca saat mendengar sorak-sorai para pendukung dari markas pemenangannya di Zhongshan, Taipei.

Xie Xie Da Jia atau yang berarti “Terima Kasih Semuanya” adalah kalimat pertama yang diutarakan oleh Tsai Ing-we di hadapan para pendukungnya. “Taiwan itu negara indah dan punya keberanian. Aku ingin mengatakan terima kasih. Aku bisa memimpin negara ini,” kata Tsai Ing-wen.


Suara demokrasi

Kemenangan yang telah dideklarasikan oleh Tsai Ing-wen juga menjadi momen bagi dirinya untuk menyampaikan bahwa Taiwan adalah negara demokrasi. “Ini suara Taiwan, ini adalah suara demokrasi, seluruh dunia telah mendengar,” sambung Tsai.

“Pemilu sudah usai, besok masyarakat harus bersatu lagi beraktivitas penuh semangat lagi,” tambahnya.

Kemenangannya ini juga dimaknai sebagai rasa bahagia masyarakat Hong Kong yang tengah dilanda aksi demonstrasi.
“Masyarakat Hong Kong tentu bahagia dengan kemenangan kita,” ujar Tsai.

“Saya berjanji akan lebih baik. Terima kasih telah memberikan 4 tahun tambahan bagi kami untuk kembali bekerja. Kita akan terus berusaha membuat negara ini jauh lebih baik. Kompetitif dalam sektor ekonomi, pendidikan dan hubungan dengan negara-negara lain.”

“Kita berusaha agar menjaga pertahanan negara. Ini adalah waktu bagi Taiwan untuk terus berprestasi. Menarik perhatian dunia. Saya juga ingin berterima kasih masayarak dan komunitas dunia yang telah mendukung demokrasi di Taiwan.”

Selama kepeminpinannya empat tahun terakhir, Tsai meningkatkan pertumbuhan ekonomi Taiwan, penguatan teknologi militer, dan mengatasi tekanan Tiongkok.

Beijing bertekad untuk mengambil alih Taiwan pada suatu hari meskipun harus menggunakan kekuatan militer. Para pemimpin di Beijing tidak menyukai Tsai, yang dianggap menolak mengakui Taiwan bagian dari Tiongkok.

“Saya ingin mengingatkan para pemimpin di Beijing bahwa perdamaian, demokrasi, dan dialog merupakan kunci stabilitas,” kata dia.

”Saya ingin otoritas di Beijing tahu bahwa Taiwan yang demokratis dan pemerintahan kami yang terpilih secara demokratis tidak akan mengalah terhadap ancaman.” (AFP//I-1)

BERITA TERKAIT