12 January 2020, 19:30 WIB

Skenario Pengalihan Rute Trans-Jakarta tak Perlu Izin Atasan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Mobil dan bus Transjakarta terendam banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan.

DINAS Perhubungan DKI Jakarta telah menginstruksikan agar Trans-Jakarta membuat skenario pengalihan rute saat akses jalan terputus akibat banjir yang mengganggu layanan bus Trans-Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut dalam standar operasional prosedur yang dibuat, pengalihan rute saat terjadi bencana tidak lagi memerlukan koordinasi dengan jajaran direksi. Petugas di lapangan sesuai SOP bisa mengalihkan rute sesuai pemetaan skenario yang disusun.

Baca juga: Jalan Daan Mogot Amblas, Wali Kota Tangerang: Segera Perbaiki

"Jadi dalam mengalihkan rute sudah tidak perlu perintah atasan tetapi langsung saat itu juga bisa dilakukan oleh petugas di lapangan," kata Syafrin saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (12/1).

Trans-Jakarta pun disebutnya sudah membuat beberapa skenario pengalihan, salah satunya bagi koridor yang terendam banjir dan bisa melalui akses tol untuk pengalihannya maka diperkenankan untuk memasuki tol.

Hal itu sudah diterapkan di rute Trans-Jakarta Kalideres-Harmoni dan Kalideres-GBK. Saat banjir terjadi pada 1 Januari lalu, kawasan dari mulai halte Jembatan Baru tidak bisa dilalui akibat banjir yang cukup tinggi. Halte itu pun dimanfaatkan warga yang terdampak banjir sebagai lokasi pengungsian.

"Ya, bus bisa melalui tol untuk tetap melayani warga. Jadi SOP itu sudah dibuat agar tetap bisa melayani warga," ujar Syafrin. (OL-6)

BERITA TERKAIT