12 January 2020, 15:15 WIB

Beijing Ingatkan Dunia Soal Kebijakan Satu Tiongkok


Marcheilla Ariesta | Internasional

AFP/Chris STOWERS
 AFP/Chris STOWERS
Warga Taiwan merayakan kemenangan petahana Tsai Ing-wen dalam pemilihan presiden Taiwan

PEMERINTAH Tiongkok meminta masyarakat internasional untuk menghormati gagasan bahwa hanya ada 'Satu Tiongkok'. Pernyataan tersebut disampaikan usai Tsai Ing-wen kembali terpilih sebagai presiden Taiwan.

"Kami berharap dan percaya bahwa komunitas internasional akan terus berpegang pada prinsip 'Satu Tiongkok'. Kami harap semuanya paham dan mendukung alasan warga Tiongkok menentang kegiatan pemisahan diri Taiwan dan mewujudkan penyatuan kembali," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Geng Shuang, dilansir dari Nikkei Asian Review, Minggu (12/1).

Tsai menang telak atas pemilu di Taiwan. Sementara itu, Partai Progresif Demokratik yang skeptis terhadap Beijing, memegang mayoritas di legislatif. Mereka mengalahkan Kuomintang yang bersahabat dengan Tiongkok daratan.

Baca juga: Tsai Ing-wen Terpilih Kembali Jadi Presiden Taiwan

Dalam kampanyenya, Tsai menegaskan dirinya tidak menerima prinsip 'Satu Tiongkok'. Prinsip tersebut dibuat Beijing dan menyebutkan Taiwan adalah bagian dari Tiongkok yang tidak dapat dicabut dan akan disatukan kembali suatu hari nanti.

Geng menyebutkan, masalah Taiwan adalah urusan dalam negeri Tiongkok. Dia berharap semua negara di dunia mengerti hal tersebut.

"Tidak peduli apa yang terjadi di Taiwan, fakta bahwa hanya ada Satu Tiongkok di dunia. Dan Taiwan adalah bagian dari Tiongkok, tidak akan berubah," tegasnya.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) memberi selamat atas kemenangan Tsai. Mereka memang salah satu negara yang mengakui Taiwan dan Tiongkok berbeda.

"Amerika Serikat berterima kasih kepada Presiden Tsai atas kepemimpinannya dalam mengembangkan kemitraan yang kuat dengan Amerika Serikat dan memuji komitmennya untuk menjaga stabilitas lintas selat dalam menghadapi tekanan yang tiada hentinya," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pompeo menambahkan, Taiwan merupakan salah satu contoh negara demokrasi di dunia.

"Di bawah kepemimpinannya, kami berharap Taiwan akan terus menjadi contoh bagi negara-negara yang berjuang untuk demokrasi, kemakmuran, dan jalan yang lebih baik bagi rakyat mereka," imbuhnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT