12 January 2020, 12:30 WIB

Pemerintahan Militer Thailand Digoyang Demonstrasi


Adiyanto | Internasional

AFP/Mladen Antonov
 AFP/Mladen Antonov
Para demonstran antipemerintah di Thailand, berunjuk rasa di Bangkok, Minggu (12/1)

POLITIK di Thailand kembali bergejolak. Minggu (12/1) pagi, sekitar 10.000 orang mengikuti demonstrasi berbalut lari pagi bertajuk 'Run Against Democracy. Aksi massa yang digelar di Kota Bangkok itu bertujuan menentang pemerintahan pimpinan Prayut Chan-O-Cha. 

Massa yang berjumlah puluhan ribu itu meneriakan yel..yel pro demokrasi sembari mengangkat tiga jari yang diadopsi dari film Hunger Games sebagai simbol kebebasan dari rezim ororitarian.

Aksi demo yang terbesar sejak kudeta 2014 lalu ini, dipimpin Thanathorn Juangroongruangkit, seorang milyuner kharismatik yang antimiliter. "Anda dapat merasakan kemarahan dan kekecewaan rakyat terhadap pemerintah. Saya pikir ini langkah awal untuk perubahan menyeluruh di Thailand," kata Thanathorn kepada AFP sebelum memimpin aksi.

'Saya ingin pemerintahan yang peduli pada kesejahteraan rakyat dan peduli lingkungan daripada membeli tank dan kapal selam," ujar Gig, seorang peserta aksi.

Prayut yang terpilih dalam pemilu lalu saat ini didukung mayoritas senat dan tentara. Namun, popularitasnya mulai pudar dan banyak orang mulai menyuarakan kekecewaan lantaran laju pertumbuhan ekonomi yang lamban. Dia juga dikecam lantaran banyak merekrut mantan jenderal sepuh di dalam pemerintahannya.

Kendati demikian, Prayut masih memiliki pendukung setia. Pada Minggu (12/1), mereka juga menggelar demo tandingan bertajuk "Walk to Support Uncle." Uncle yang berarti paman merupakan sebutan untuk Prayut yang akrab disapa Paman Tu. "Kami cinta negeri ini. Kami akan dukung pemerintah yang telah menciptakan rasa aman di negara ini," kata Vasuchart, 68, seorang pendukung pemerintah.

Dari peserta aksi unjuk rasa terlihat perbedaan di dua kubu, baik dari segi kelas, usia, maupun afiliasi politik. Mayoritas kaum tua dan militer merupakan pendukung loyal pemerintah. Sedangkan di kubu seberang mayoritas dihuni anak-anak muda.

Pada demonstran antipemerintah mayoritas merupakan simpatisan Partai Masa Depan, partai ketiga terbesar di Thailand setelah pemilu yang digelar Maret lalu. (OL-2) 

BERITA TERKAIT