12 January 2020, 11:45 WIB

Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Kupang-Rote


Palce Amalo | Nusantara

ANTARA/Abriawan Abhe
 ANTARA/Abriawan Abhe
Ilustrasi--gelombang tinggi

KEPALA Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Ota Welly Jenni Thalo mengingatkan masyarakat tentang potensi gelombang tinggi yang masih melanda perairan daerah itu.

Gelombang setinggi antara 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Perairan Kupang hingga Pulau Rote. Gelombang tinggi berisiko tinggi terhadap operasional kapal penumpang, kapal cepat, tongkang, dan nelayan.

Menurutnya, gelombang tinggi diperkirakan masih berlangung sampai 14 Januari 2020, juga menerjang Laut Sawu, Selat Sumba bagian barat, dan Samudera Hindia selatan Pulau Sumba dan Sabu. Adapun kecepatan angin di perairan NTT mencapai 25 knot per jam.

Baca juga: Air Sungai Meluap, Sejumlah Wilayah di Sulsel Mulai Banjir

"Kecepatan angin lebih dari 21 knot per jam dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter berisiko tinggi terhadap pelayaran kapal fery, tongkang, dan perahu nelayan," katanya di Kupang, Minggu (12/1).

Menurutnya, tinggi gelombang 1,25-2,5 meter masih terjadi berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Ombai, Selat Sumba bagian timur, Selat Flores hingga Lamakera, Selat Alor, dan Perairan utara Pulau Flores.

Kendati terjadi gelombang tinggi, operasional fery di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang tetap buka.

Pelayaran ke sejumlah pulau tetap  beroperasi seperti biasa seperti rute pelayaran Kupang-Hansisi, Kupang-Rote, Kupang Lewoleba dan Kupang-Sabu. Kecuali rute penyeberangn Aimere-Waingapu yang masih tutup. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT