12 January 2020, 11:30 WIB

Lokasi Bekas Tsunami Siap Dijadikan Lokasi Wisata


Ferdinandus Rabu | Nusantara

MI/Ferdinandus Rabu
 MI/Ferdinandus Rabu
Danau di Desa Lato yang terbentuk akibat tsunami pada 1992.

SEBAGAI  salah satu leading sektor kebijakan pembangunan di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemkab Flotim terus berupaya meningkatkan pengembangan pariwisata dengan mengajak peran aktif desa untuk melihat potensi pariwisata di desanya masing-masing.

Pemkab Flotim memberikan perhatian serius bagi potensi pariwisata yang ada di desa-desa dengan menyiapkan strategi pengembangan wisata termasuk sarana dan prasarana pendukung. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian pemkab tahun ini adalah wilayah Lato di Kecamatan Titehena.

Di wilayah Desa Lato, Kecamatan Titehena ini ada sebuah danau yang terbentuk akibat bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada 1992. Tsunami tersebut menyisakan bekas dengan terbentuknya danau, sehingga pemerintah daerah bertekad mengangkat wilayah ini untuk dikembangan menjadi potensi wisata sebagai sebuah nilai historis bahwa daerah ini pernah dihantam bencana tsunami.

Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon saat dikonfirmasi, Minggu (12/1) mengatakan pemerintah desa punya peranan penting dalam rangka meningkatakn potensi wisata daerah ini. Termasuk di Desa Lato wilayah Kecamatan Titehena yang pernah dilanda gempa tsunami pada beberapa tahun lalu, sehingga dapat dikembangkan menjadi potensi wisata.

Baca juga: Raker Kemenlu Jembatani Promosi Pariwisata

Tentunya membutuhkan sumber daya yang baik dari setiap perangkat desa agar mampu melihat secara jeli potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan desa.

"Beberapa waktu lalu, saya juga sudah memantau beberapa wilayah desa yang patut diangkat potensi wisatanya termasuk di Wilayah Desa Lato, Kecamatan Titehena. Tahun ini juga akan mulai dikembangkan. Karena di wilayah tersebut masih terlihat danau yang merupakan bekas tsunami 1992. Ada nilai historisnya di sana sehingga patut dikembangkan menjadi potensi wisata. Danau tersebut rasanya sedikit asin sehingga masih ada hubungan dengan laut saat terjadinya tsunami. Pemerintah akan mengembangkan lokasi tersebut tanpa harus merusak ekosistem lingkungan sekitar agar nilai historis tetap terjaga. Selain itu Wilayah Lato juga memiliki hamparan pasir putih yang luas dan menjadi daya tarik tersendiri untuk pariwisata di desa tersebut," papar Bupati Flotim Anton Hadjon.

"Desa memang punya peran penting untuk meningkatkan pariwisata daerah. Setiap desa tentu memiliki potensinya masing-masing. Tinggal saja bagaimana setiap desa mampu menggali potensi wisata untuk dapat dikembangkan. Pemerintah daerah siap mendukung tentunya," sambungnya.

Sementara itu, model pengembangan pariwisata di Flotim merupakan pariwisata berbasis masyarakat sehingga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakt dan desa untuk bertanggungjawab menggali potensi wisata sekaligus berperan aktif meningkatkan pengembangan pariwisata di daerahnya masing-masing.

Kabupaten Flotim memiliki potensi wisata yang luar biasa dalam tiga jenis wisata yaitu wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi Samana Santa yang menjadi primadona dan sudah mendunia. (OL-2)

BERITA TERKAIT