12 January 2020, 11:15 WIB

Upaya Menjadikan Kota Tegal Cantik Tanpa Plastik


Supardji Rasban | Nusantara

MI/Supardji Rasban
 MI/Supardji Rasban
Workshop Tegal Cantik Tanpa Plastik

GERAKAN pembersihan sampah plastik terus dilakukan berbagai pihak di daerah. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Tegal, Jawa Tengah, bersama Pemuda Tani, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Tengah menggelar workshop pengolahan sampah bertema "Tegal Cantik Tanpa Plastik".

Workshop digelar di gedung aula kampus STIMIK YMI Kota Tegal, Sabtu (11/1).

Workshop diikuti 70 peserta dari mahasiswa, masyarakat dan aktivis lingkungan. Sebagai narasumber Ketua Pemuda Tani HKTI Jateng, Heriwanto dan seorang akademsi lulusan UGM Yogyakarta, Arinda Putri.

Heriwanto menyebut Pemuda Tani HKTI Jawa Tengah berkomitmen mengawal masyarakat terhadap permasalahan limbah sampah plastik. Berbagai upaya sudah dilakukan melalui komunitas-komunitas yang sudah dibentuk di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

"Pemuda Tani HKTI Jawa Tengah akan terus berkomitmen untuk mengawal permasalahan lingkungan termasuk sampah. Kita tahu Indonesia termasuk nomor dua produser sampah di dunia setelah China," ujarnya.

Baca juga: KLHK Siapkan Bibit Pohon untuk Cegah Longsor

Dia mengaku HKTI sudah bekerja sama dengan sejumlah komunitas perajin di beberapa wilayah di Jawa Tengah seperti di Kabupaten Wonogiri dan Kota Semarang.

"Pemuda atau mahasiswa juga bisa membuat komunitas yang bergiat pada persoalan sampah plastik, yang menghasilkan nilai ekonomis yang berbasis UKM," ucapnya.

Heriwanto menyatakan pihaknya siap bekerja sama dengan para mahasiswa khususnya di Jawa Tengah jika akan membentuk komunitas-komunitas yang peduli terhadap persoalan sampah.

"Kami siap bekerja sama dengan pihak mana pun termasuk mahasiswa," jelasnya.

Arinda mengaku prihatin soal penanganan sampah di Indonesia yang belum maksimal. Ia memberikan contoh belum banyaknya perusahaan bahkan pemerintah daerah untuk mendaur ulang sampah.

"Prihatin kita dengan permasalahan sampah di Indonesia, boleh kita ajak investor, ajak pemerintah daerah khususnya di Tegal bekerja sama dengan masyarakat untuk membuat gerakan daur ulang sampah," ucapnya.

Arinda mengimbau mengurangi limbah plastik harusnya ada gerakan-gerakan baru dari masyarakat agar sampah plastik tidak menumpuk.

Mahasiswa bisa memelopori untuk membentuk komunitas-komunitas yang berfokus pada persoalan sampah plastik tidak hanya di lingkungan kampus.

"Masyarakat bisa mulai dibuatkan gerakan-gerakan tanpa plastik, seperti sedotan dari bambu, mengganti bahan-bahan dari plastik dengan bahan yang bisa didaur ulang," jelas Arinda yang dalam pemaparannya membawa sedotan minuman dari bambu dan dibagikan kepada sejumlah audience. (OL-2)

BERITA TERKAIT