12 January 2020, 09:30 WIB

Air Sungai Meluap, Sejumlah Wilayah di Sulsel Mulai Banjir


Lina Herlina | Nusantara

Dok Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang
 Dok Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang
Banjir di Sulawesi Selatan

HUJAN yang terus terjadi di hulu sungai mengakibatkan meluapnya air di bagian hilir sungai. Akibatnya, beberapa wilayah mulai terendam banjir di Kabupaten Pinrang dan Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Hal itu dilaporkan Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Rini Harun, yang memantau kondisi air pasang sejak Sabtu (11/1) di aliran Sungai Saddang, yang bergerak dari Tanah Toraja, ke sungai kecil lainnya.

"Air sudah mulai surut sekarang," ungkap Rini Harun, Minggu (12/1) yang terus melaporkan secara berkala tinggi muka air di berbagai bendung, bendungan dan aliran sungai di Sulsel.

Rini menjelaskan, banjir terjadi lantaran Sungai Salo Karajae, Kota Parepare sempat mencapai tinggi jagaan atau puncak tanggul, sekitar 1,25 -1,5 meter, pada posisi muara air pasang.

"Ditambah lagi, anak Sungai Saddang pada posisi awas di Pinrang, dan Sungai Jawi-jawi meluap akibat hujan dengan durasi empat jam di Kabupateb Pinrang dan Parepare," seru Rini.

Baca juga: KLHK Siapkan Bibit Pohon untuk Cegah Longsor

Bahkan dari data Info Banjir BBWSPJ, Minggu (12/1), pukul.07.30 Wita dari Bendung Benteng Kabupaten Pinrang disebutkan debit limpas air bendung mencapai angka 130,2 meter kubik per detik, dan kebocoran sekitar 3,3 meter kubik per detik.

Bendung Benteng mendapat aliran air dari Sungai Saddang dengan debit sebanyak 191,2 meter kubik per detik pada kondisi cuaca gerimis, dan tinggi muka air masih pada posisi 21,75 meter di atas per mukaan laut (mdpl).

Sementara itu, kondisi Bendungan Bili Bili sekitar pukul 08.10 Wita, ketinggian muka air pada posisi 86,21 mdpl. Masih di bawah normal. Karena ukuran normalnya ialah 99,5 mdpl. Tapi jika berdasarkan laporan yang masuk, mengalami kenaikan nol koma sekian persen, karena kondisi terakhir saat dilaporkan sehari sebelumnya masih 85,83 mdpl.

"Untuk Bendungan Bilibili, kondisinya di bawah normal. Ia baru waspada pada posisi tinggi muka air 105,25 mdpl, siaga pada tinggi muka air 105,5 mdpl, dan awas pada posisi muka air 106 mdpl, karena itu sama dengan ketinggian puncak bendungan," tandas Kepala BBWSPJ Supardji.

Terpisah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menegeluarkan peringatan dini cuaca terbaru untuk Wilayah Sulsel. Sejumlah wilayah seperti Kabupaten Barru, Pangkep, Sidrap, Pinrang, Soppeng, Kota Makassar dan Parepare akan terjadi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. (OL-2)

BERITA TERKAIT