12 January 2020, 09:03 WIB

Atlet Putri Peraih Medali Olimpiade Iran Membelot


Basuki Eka Purnama | Olahraga

SATU-SATUNYA atlet putri peraih medali Olimpiade asal Iran Kimia Alizadeh, Sabtu (11/1), mengumumkan dia secara permanen meninggalkan negara itu dengan alasan kecewa dengan sistem hipokrit yang mempermalukan atlet namun menggunakan mereka untuk kepentingan politik.

"Apakah saya harus membuka pesan ini dengan kata halo, selamat tinggal, atau turut berduka cita," ungkap Alizadeh lewat Instagram.

Alizadeh yang memenangkan medali perunggu cabang Taekwondo di Olimpiade 2016 mengecam aksi penindasan yang dilakukan pemerintah Iran.

Menuding sistem politik Iran sebagai hipokrit, penipu, dan tidak adil, Alizadeh mengatakan dirinya hanya ingin bertanding taekwondo, dan hidup aman, senang, serta sehat.

"Saya adalah salah satu dari jutaan perempuan tertindas di Iran yang telah mereka permainkan selama bertahun-tahun," kata perempuan berusia 21 tahun itu.

Baca juga: Gara-Gara Pilek, James Absen Bela Lakers Kontra Thunder

"Saya mengenakan apa pun yang mereka suruh," imbuhnya mengacu pada hijab yang merupakan keharusan bagi semua perempuan di Iran.

"Saya mengatakan apa pun yang mereka suruh."

"Kami sama sekali tidak ada artinya bagi mereka," lanjutnya.

Pada Kamis (9/1), kabar hilangnya Alizadeh mengejutkan seluruh Iran.

Anggota parlemen Iran Abdolkarim Hosseinzadeh menuntut jawaban dan menuding pemerintah tidak becus karena membiarkan SDM Iran melarikan diri.

Kantor berita Iran ISNA menulis, "Pukulan bagi Taekwondo Iran, Kimia Alizadeh hijrah ke Belanda.

ISNA mengatakan Alizadeh berniat tampil di Olimpiade 2020 namun tidak sebagai atlet Iran. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT