12 January 2020, 07:10 WIB

Iran Akhirnya Akui tidak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

IRAN akhirnya mengakui telah menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines, Rabu (8/1/2020). Pesawat ini jatuh ­setelah dihantam rudal milik Iran.

Iran menyatakan penyesalan mendalam dan permintaan maaf kepada pihak yang terdampak peristiwa tersebut.

“Internal investigasi angkatan bersenjata telah menyimpulkan bahwa rudal yang disesalkan ditembakkan karena kesalahan manusia yang berdampak pada jatuhnya pesawat Ukraina dan kematian 176 orang tak bersalah. Investigasi dilanjut untuk mengidentifikasi dan menuntut atas tragedi besar ini dan kesalahan tak termaafkan,” cuit Presiden Iran Hassan Rouchani lewat akun Twitter-nya, Sabtu (11/1).

Iran menyatakan pihak-pihak yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban. Mereka akan dirujuk ke Departemen Kehakiman di dalam militer.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memerin­tahkan angkatan bersenjata mengatasi kekurangan setelah pesawat penumpang Ukraina ditembak jatuh secara keliru. “Saya menyarankan markas besar umum (angkatan bersenjata) menindaklanjuti kekurangan untuk memastikan kesalahan semacam ini tidak terjadi lagi,” katanya. Ia juga menyatakan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban.

Komandan Dirgantara Penga­wal Revolusi Iran mengaku bertanggung jawab penuh atas penembakan jet penumpang Ukraina.

“Saya bertanggung jawab penuh dan saya akan mematuhi keputusan apa pun yang diambil,” kata Brigjen Amirali Hajizadeh.

Hajizadeh mengatakan, ope­rator rudal bertindak secara independen ketika menembak jatuh Boeing 737, setelah mengira sebagai rudal jelajah.

“Dia punya 10 detik untuk memutuskan. Dia bisa saja memutuskan untuk menyerang atau tidak dan dalam keadaan seperti itu, tapi dia mengambil keputusan yang salah.”

Angkatan Bersenjata Iran menyebutkan pesawat itu ditembak jatuh lantaran mengira sebagai pesawat musuh. Pasalnya, dalam waktu yang sama, militer Iran berada pada kesiapan level tertinggi di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS. “Dalam kondisi seperti itu, disebabkan kesalahan manusia dan dalam cara yang tak disengaja,” demikian pernyataan militer Iran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan, meski Iran telah menyatakan bersalah, itu saja tidak cukup. “Iran telah mengaku bersalah menabrak pesawat Ukraina. Namun, kita berkeras pada pengakuan penuh rasa bersalah,” ujar Zelenskiy.

Sebelumnya, PM Kanada Justin Trudeau mendapat informasi bahwa intelijen Iran tak sengaja menembak. Presiden AS Donald Trump juga memunyai dugaan serupa. “Seseorang bisa saja melakukan kesalahan,” terang Trump. (AFP/CNA/Rif/I-1)

BERITA TERKAIT