11 January 2020, 21:17 WIB

PDIP Minta Harun Masiku Serahkan Diri


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/M Irfan
 MI/M Irfan
Konperensi pers KPK bersama KPU terkait OTT komisioner KPU Wahyu Setiawan

KETUA Bidang Kehormatan Partai DPP PDIP - Komaruddin Watubun mendorong koleganya yang buron, Harun Masiku yang telah menjadi tersangka suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyerahkan diri. Pihaknya mendukung penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

"Ya harus dicari, kita cari sama-sama dan kita minta pak harun untuk menyerahkan diri ya kalau berani melanggar ya harus juga bertanggung jawab," katanya di arena Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP, JIEXpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/1).

Menurut dia, pihaknya meminta Harun mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan aparat yang berwenang. Namun demikian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berwenang untuk mencari keberadaan Harun.

Mengenai status Harun saat ini di struktural atau keanggotaan PDIP secara otomatis sudah berakhir. "Dari dulu yang namanya sudah protap PDIP kalau yang tertangkap OTT, kan berapa yang pernah trjadi beberapa waktu lalu, itu kan langsung keanggotaannya dicabut otomatis keanggotannya kita pecat," jelasnya.

Ia pun menjelaskan mengenai proses pergantian antarwaktu (PAW) Harun yang berujung rasuah. Hal itu pangkalnya PDIP menggunakan landasan fatwa Mahkamah Agung yang memberikan ruang bahwa PAW bisa dilakukan dengan merujuk nomor urut, bukan jumlah perolehan suara.

Komaruddin juga menjelaskan fatwa itu digunakan untuk mengajukan Harun menggantikan Nazarudin Kiemas sebagai Anggota DPR periode 2019-2024.

"Bahwa ada ruang di sana untuk lakukan pergantian, makanya ibu (Megawati) tandatangani di situ (surat PAW dari DPP PDIP kepada KPU), itu normatif saja sebagai ketum dan sekjen (Hasto). Tapi kemudian oleh KPU tidak terima surat itu makanya dilaksanakan sekarang Riezky Aprilia itu sudah dilantik jadi anggota DPR," pungkasnya. (OL-11)

BERITA TERKAIT