12 January 2020, 02:00 WIB

Tips dan Trik Bermain Rubik


*/M-1 | Weekend

SEPERTI yang dikatakan para anggota Nusantara Speedcube Association (NSA), permainan rubik tidaklah serumit yang terlihat dan tidak pula membutuhkan otak genius. Oleh karena itu, siapa pun Anda, tidak perlu minder untuk bermain rubik.

Para anggota dan pengurus NSA pun berbagi tips dan trik untuk penguasaan permainan itu. Langkah utama yang penting ialah memahami terlebih dahulu prinsip dasar permainan rubik.

Rubik ialah bangun tiga dimensi dengan enam sisi, cara menyelesaikannya juga harus dengan kesadaran tiga dimensi. Dengan begitu, perhatian pemain tidak boleh hanya untuk menyelesaikan satu sisi.

“Nah, rumus dasarnya adalah memperlakukan rubik sebagai bangun tiga dimensi kan, layaknya seperti rumah. Jadi cara menyelesaikannya harus bertahap, yaitu menyelesaikan lantai per lantai. Diawali dengan membangun fondasinya terlebih dahulu,” terang Yusuf Abdul Qohar, Media Communication Nusantara Speedcube Association (NSA).

Bagi pemula, disarankan untuk bermain rubik 3x3. Rubik ini bagus untuk latihan eksplorasi pola. Selain itu, Anda juga diharapkan untuk mulai mempelajari beberapa rumus permutasi acakan.

Langkah penting lain bagi pemula ialah bergabung dengan komunitas. Iklim diskusi dalam komunitas akan membantu pe­nguasaan rumus-rumus sulit dan membantu Anda dalam pengenalan pola.

Bila telah lancar menyusun rubik 3x3 dan memiliki torehan waktu yang mumpuni, Anda dapat mencoba untuk mengikuti kontes adu cepat menyelesaikan rubik (speedcubing). Dari sana Anda dapat mengevaluasi, dari kelemahan Anda hingga potensi yang Anda miliki dan Anda dapat mulai berkonsentrasi pada skill-skill tertentu dalam speedcubing.

Meningkatkan kecepatan

Menjadi lebih cepat ialah ambisi lumrah seorang cuber. Hal itu juga diungkapkan Leonardo Pranandyar (21), pemegang rekor nasional untuk kategori blindfolded.  

“Yang paling sulit adalah menemukan cara untuk menjadi lebih cepat. Untuk pemula sebenarnya mudah karena tinggal belajar empat atau lima rumus asal tekun pasti langsung bisa, tapi untuk menjadi lebih cepat, seperti dapat menyelesaikan rubik dengan catatan waktu di bawah 10 detik, itu harus belajar lebih banyak rumus dan juga meluangkan waktu untuk latihan setiap hari. Untuk di bawah 10 detik yang saya tahu, seorang pehobi harus hafal 80 sampai 90 rumus,” jelas Leo.

Keterangan senada juga diberikan Yusuf Abdul Qohar. Ia meng­ungkapkan kecenderungan dari para pehobi speedcubing mengejar rekor waktu penyelesaian tercepat. Ia menjelaskan bahwa ada satu anomali yang biasanya dialami para pehobi rubik. Rata-rata para pehobi memiliki skor yang tinggi justru ketika berlatih di rumah.  

“Kita latihan, kemudian kita catat capaian skor kita. Kadang-kadang catatan skor waktu ketika kompetisi dengan saat latihan di rumah berbeda, banyak pehobi yang memiliki catatan waktu penyelesaian lebih cepat di rumah ketimbang saat berada di kompetisi. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini terjadi, salah satunya adalah stres dan nervous ketika bertanding, itu yang harus kita kelola,” pungkas Yusuf. (*/M-1)

BERITA TERKAIT