12 January 2020, 00:20 WIB

Pahlawan Pascabanjir


Sumaryanto Bronto/M-1 | Weekend

MI/PIUS ERLANGGA/ANTARA/APRILLIO AKBAR
 MI/PIUS ERLANGGA/ANTARA/APRILLIO AKBAR
Tim Rescue Arsip Restorasi Dokumen Korban Banjir melakukan beberapa teknik khusus untuk penyelamatan dokumen.

DI hadapan deret blower yang be­kerja penuh itu ialah berkas-berkas penting yang ditata dalam rak besi bertingkat. Kipas itu akan bekerja hingga dokumen yang berupa ijazah, surat berharga, hingga foto-foto itu kering.

Begitulah suasana di salah satu ruang di Gedung Arsip Nasional RI (ANRI) di Ampera, Jakarta. Pascabanjir besar yang melanda Jabodetabek pada 1 Januari 2020, ANRI membuka layanan restorasi arsip keluarga secara cuma-cuma dengan batasan 10 dokumen per keluarga. Layanan gratis yang dibuka mulai 2 Januari 2020 itu mencakup restorasi untuk ijazah, akta kelahiran, kartu keluarga, sertifikat tanah, buku nikah, dan lainnya yang menyangkut berkas keluarga.

Tidak hanya dikeringkan dengan meng­gunakan kipas angin blower, Tim Rescue Arsip Restorasi Dokumen Korban Banjir melakukan beberapa teknik khusus untuk penyelamatan dokumen, di antaranya penyemprotan cairan alkohol untuk mencegah tumbuhnya jamur hingga penggunaan ­setrika yang dilapisi dengan wax paper (­kertas lilin) untuk proses pengeringan arsip.

Meski merupakan layanan cuma-cuma, para anggota tim rescue melakukan ­pekerjaannya dengan sangat hati-hati. ­Mereka pun ibarat pahlawan bagi para korban banjir.

Wajah-wajah penuh kecemasan akibat dokumen-dokumen penting yang basah dan rusak, berubah menjadi optimisme dan kelegaan selepas tiba di ANRI. Memang dalam kondisi apa pun harta paling berharga tetaplah keselamatan sanak keluarga, tapi dokumen-dokumen seperti ijazah maupun surat berharga ialah tumpuan untuk bangkit ketika harta-harta lainnya tidak terselamatkan.

Ini bukan yang pertama kali Tim Rescue Arsip Restorasi memberi layanan restorasi gratis. Saat terjadi bencana gempa bumi di Palu pada 2018, ANRI mengirimkan tim khusus untuk merestorasi dokumen rusak terdampak bencana gempa. Inilah pahlawan tanpa tanda jasa. (Sumaryanto Bronto/M-1)

BERITA TERKAIT