11 January 2020, 19:43 WIB

BIN Dinilai Berhasil Ciptakan Politik yang Kondusif


Golda Eksa | Politik dan Hukum

Antara/Dhemas reviyanto
 Antara/Dhemas reviyanto
Ketua BIN Gudi Gunawan saat raker dengan Komisi I DPR

PERAN Badan Intelijen Negara (BIN) dalam menjaga situasi politik di Tanah Air, terutama pascapilpres, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Meski kinerjanya tidak terlihat, namun peran lembaga tersebut dapat dirasakan masyarakat dalam upayanya menciptakan persatuan bangsa.

Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi menilai BIN yang berada di bawah komando Jenderal (Purn) Budi Gunawan sejauh ini cukup sukses mengelola dinamika politik di dalam dan luar negeri menjadi lebih kondusif.

"Kinerja BIN tidak bisa dipublikasikan, seperti halnya tugas dan fungsi intelijen di seluruh dunia. Itu karena tugasnya bukan public service, tapi single client ke presiden," ujar Bobby, Sabtu (11/1).

Selain itu, terang dia, disaat ada momentum yang berpotensi rusuh, BIN juga mampu mengatasi pelbagai persoalan tersebut dengan baik. Upaya tersebut diakuinya tidak lepas dari suatu informasi intelijen yang berkualitas.

Menurut dia, produk utama intelijen ialah informasi yang berkualitas terkait situasi politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan terkini, yang kemudian digunakan Presiden Joko Widodo dalam menetapkan langkah-langkah agar situasi tetap kondusif.

Baca juga : Jokowi Minta Penegak Hukum dan BIN Antisipasi Dampak Omnibus law

"Tidak bisa suatu keadaan atau langkah-langkah presiden dihubungkan secara langsung dengan kinerja intelijen. Akan tetapi diukur dari ketepatan langkah-langkah pemerintah dan presiden dalam memelihara situasi kondusif dan kerahasiaan lingkungan kerja komunitas intelijen di bawah koordinasi BIN tetap terjaga."

Budi Gunawan, kata dia, bertugas untuk memastikan peran BIN dalam memutakhirkan informasi intelijen yang berkualitas kepada kepala negara agar tepat dalam pengambilan keputusan atau pun kebijakan.

Tugas tersebut juga tidak pernah dipublikasikan sehubungan dengan suatu peristiwa.

"Hasilnya, ada demo berjilid-jilid, situasi aman, konsolidasi hasil pemilu berhasil, politik luar negeri aktif, tidak ada skandal spionase, hubungan antarlembaga trias politica juga baik, ketegangan publik hampir tidak ada," ungkapnya.

Bobby menilai BIN di bawah kepemimpinan Budi Gunawan juga terkoneksi dengan komunitas intelijen aktif luar negeri. Mereka pun saling membangun dan meningkatkan kapasitasnya masing-masing untuk kepentingan negara dan bangsa.

Ketua Dewan Pembina Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono juga mengapresiasi kinerja BIN usai gelaran Pilpres 2019. Menurut dia, Budi Gunawan mempunyai peran penting dalam menghadirkan perdamaian serta merangkul pihak lawan menjadi kawan.

"Kita perlu angkat topi kepada Kepala BIN Budi Gunawan yang telah berhasil mengubah musuh-musuh Jokowi pascapilpres 2019 menjadi kawan-kawan yang baik. Bukan dengan cara menembakkan roket, sehingga memancing peperangan," kata Hendropriyono.

Pengamat intelejen dari Universitas Indonesia (UI), Diyauddin, mengakui peran penting Budi Gunawan dalam mempertemukan dua peserta Pilpres 2019, Jokowi dan Prabowo Subianto, setelah kontestasi tersebut berakhir.

Baca juga : Eks Kepala BIN Resmi Jabat Ketua KONI

"Pak BG menurut pengamatan saya sangat dekat dengan Ibu Mega. Dalam konteks ini bisa jadi lobi-lobi politik yang terjadi pascapilpres itu betul-betul dimediasi oleh Pak BG," katanya.

Diyauddin menambahkan, BIN memang sebenarnya tidak boleh bersentuhan dengan politik. Namun, menurutnya, kerja-kerja intelijen biasanya dilakukan untuk memastikan terciptanya situasi yang kondusif di masyarakat.

"Yang menjadi informan kah, yang disusupkan kah, atau yang ditugasi menjadi mediator yang ditugaskan di partai-partai politik pasti ada. Itu person dalam bentuk agen atau informan," ujarnya.

Lebih jauh, imbuhnya, badan intelijen bertugas agar perang maupun konflik yang berpotensi terjadi bisa digagalkan. Penyelesaiannya bisa menggunakan media lain atau cara diplomasi maupun bentuk kerja sama.

"Itu tugas badan intelejen. Di permukaan mungkin politisi melancarkan pernyataan kontroversial, tapi intelijen bergerak untuk melakukan lobi-lobi bawah tanah. Tugas intelijen adalah memastikan perang atau konflik tidak terjadi," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT