11 January 2020, 18:13 WIB

LPOK Komit Bangun Solidaritas Umat Beragama


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/Adam Dwi
 MI/Adam Dwi
Pembentukan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan

PEMBENTUKAN Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) bertujuan untuk memperkuat budaya persatuan dan kesatuan. Solidaritas antarumat penting ditingkatkan demi menjaga martabat bangsa di mata dunia.

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj kepada wartawan seusai acara Pengukuhan LPOK di Gedung PGI, Jakarta, Sabtu (11/1).

Menurut dia, LPOK bukan organisasi kelompok politik. Pembentukannya pun lebih ditekankan pada upaya membangun solidaritas, seperti saling tolong menolong, bergandengan tangan, dan gotong royong dalam melaksanakan pelbagai agenda.

"Peran ke depannya ialah memperkuat antarormas agama. Caranya bagaimana? Kita punya agenda bersama, bukan agenda agama dan politik, tapi kerja sama ekonomi, koperasi, kesehatan. Misalnya membangun rumah sakit tentu nanti pengurusnya dari berbagai agama."

Said yang juga Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), menegaskan, era globalisasi saat ini sangat menantang dan rentan perpecahan. Maraknya fitnah, ujaran kebencian, dan adu domba melalui pesan digital harus diantisipasi. Menguatkan budaya persatuan merupakan solusi yang ditawarkan LPOK.

Baca juga : Pimpin LPOK, Said Aqil Tegaskan Usung Agenda Multikulturalisme

Senada dikemukakan Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt Jackvelyn Frits Manuputty. Ia membeberkan alasan PGI ambil bagian sebagai warga bangsa yang secara sadar dalam pembentukan LPOK.

"Kita hadir dan menawarkan kebersamaan anak bangsa. Kami juga mendukung penuh gagasan mulia untuk menghadirkan kembali sebuah lembaga yang punya keinginan membangun keguyuban sesama anak bangsa," kata dia.

Dalam acara itu Said didaulat sebagai Ketua LPOK. Organisasi tersebut beranggotakan 20 ormas keagamaan.

Rinciannya, 14 organisasi di bawah LPOI, yaitu Nahdlatul Ulama, PERSIS, Al Irsyad Al Islamiyah, Ittihadiyah, PERTI, Mathla'ul Anwar, Az Zikra, IKADI, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Syarikat Islam Indonesia, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam, HBMI, dan Nahdlatul Wathan.

Sementara sisanya merupakan organisasi keagamaan lain, seperti PGI, KWI, Walubi, Permabudhi, PHDI, dan Matakin. (OL-7)

BERITA TERKAIT