11 January 2020, 18:05 WIB

Maskapainya Ditembak Iran, Ukraina Tuntut Minta Maaf & Ganti Rugi


Rifaldi Putra irianto | Internasional

AFP/Handout Palang Merah iran
 AFP/Handout Palang Merah iran
Lokasi jatuhnya pesawat Ukrainian Airlines di dekat Bandara Internasional Imam Khomeini

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky menuntut Iran menghukum pihak yang bertanggung jawab terhadap insiden jatuhnya pesawat Boeing 737 milik maskapai penerbangan Ukraina karena secara tak sengaja tertembak rudal angkatan bersenjata Iran.

Zelensky juga memuntut Iran membayar kompensasi kepada keluarga 176 korban jatuhnya pesawat maskapai Ukraina di dekat Bandara Internasional Imam Khomeini tersebut. Selain itu, Ukraina juga menuntut permintaan maaf terbuka Iran.

"Kami mengharapkan Iran membawa yang bersalah kepengadilan," Tulis Zelensky di akun media sosial Facebook seperti dilansir AFP. Ia juga menyerukan Iran untuk membayar Konpensasi dan mengembalikan jasad korban ke keluarga.

Teheran mengakui pada Sabtu, (11/1) bahwa pihaknya secara tidak sengaja menjatuhkan pesawat Ukraine International Airlines (UIA), sehingga menewaskan 176 orang di dalam pesawat pada Rabu, (8/1). Insiden itu terjadi tak lama setelah iran meluncurkan rudal ke pangkalan Amerika Serikat di Iran sebagai respon pembunuhan Komandan Garda revolusi Jenderal Qassem Soleimani.

"Kami berharap penyelidikan akan dilakukan tanpa penundaan yang disengaja dan tanpa halangan," tambah Zelensky.

Baca juga ; Human Error Alasan Militer Iran Tembak Pesawat Ukraina

Ia juga mendesak akses total ke penyelidikan penuh untuk 45 ahli Ukraina, serta mengeluarkan permintaan maaf resmi.

Presiden Iran Hassan Rouhani pada Sabtu, (11/1) telah mengatakan bahwa Teheran sangat menyesali kesalahan yang menghancurkan ini.

Sementara itu, Ketua UIA Yevhenii Dykhne juga memposting dalam sosial media Facebooknya dan mengatakan, "Kami yakin kru kami dan pesawat kami bukan penyebab bencana mengerikan ini, mereka adalah yang terbaik," tulisnya.

Ukraina mengatakan Jumat, (9/11) bahwa para ahli yang dikirim ke Iran telah diberikan akses kotak hitam penerbangan, puing-puing dari pesawat, lokasi kecelakaan dan rekaman percakapan antara pilot dan menara pengawas bandara.

Kantor berita Iran, IRNA menerbitkan pernyataan dari militer yang mengatakan bahwa Boeing 737 disalahartikan sebagai pesawat musuh pada saat ancaman berada pada tingkat tinggi.

Teheran juga telah mengundang Amerika Serikat, Ukraina, Kanada, dan lainnya untuk bergabung dalam penyelidikan kecelakaan.

baca juga : Iran Tantang Bukti Pesawat Ukraina Dihantam Rudal

Diketahui, mayoritas penumpang pada UIA dengan nomor penerbangan PS752 dari Teheran menuju Kyiv merupakan warga negara ganda Iran-Kanada serta warga negara Ukraina, Afghanistan, Inggris, dan Swedia.

Banyak pula warga Kyiv yang membandingkan kecelakaan itu dengan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 2014 silam, yang menewaskan 298 orang dibagian timur Ukraina tempat separatis Pro-Rusia memerangi pasukan pemerintah.

Saat itu, Moskow membantah temuan para penyelidik international bahwa misil BUK Rusia mengenai penerbangan Malaysia.

"Iran telah menunjukan dirinya lebih beradab dari Rusia," tulis anggota parlemen Ukraina pro-barat Volodymyr Ariev dalam akun Facebooknya.

"Teheran telah mengakui kesalahannya dalam tiga hari, sementara Rusia terus berusaha untuk keluar dari masalah itu," imbuhnya. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT