11 January 2020, 15:45 WIB

Palembang Triatlon 2020 Bakal Gunakan Venue Asian Games


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

ANTARA/NOVA WAHYUDI
 ANTARA/NOVA WAHYUDI
 Foto udara kawasan olahraga Jakabaring Sport City (JSC) Palembang

PALEMBANG kembali dipercaya untuk menjadi salah satu tuan rumah turnamen Indonesia Triatlon Series (ITS) dengan tajuk Palembang Triatlon 2020.

Palembang dipercaya menjadi pembuka ajang ITS setelah tahun lalu sukses mengadakan perlombaan rangkaian olahraga yang terdiri dari berenang, bersepeda, dan berlari itu.

Palembang Triatlon 2020 akan digelar pada 22 Februari mendatang dan berlokasi di venue gelaran Asian Games 2018, yakni Jakabaring Sportcity.

Berbeda dengan gelaran tahun lalu, Palembang Triatlon dipercaya menjadi pembuka ITS yang memiliki enam seri atau enam tempat berbeda.

Selain Palembang, seri ITS lainnya akan diadakan di Jakarta, Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Pariangan (Sumatera Barat), Belitung, dan di Bandung.

Nantinya, seluruh peserta triatlon akan mengumpulkan poin-poin sejak di Palembang sampai seri terakhir.

"Jadi poin-poinnya itu nanti dikumpulkan semuanya untuk ke jenjang berikutnya. Itu yang menjadi pembedanya," ujar Wakil Ketua Pelaksana Palembang Triatlon 2020, Liza Sako, Sabtu (11/1).

Baca juga: Siapkan Sistem Peringatan Dini

Demi memudahkan para peserta untuk berlomba, Liza dan timnya akan mencoba dari mensterilkan jembatan Ampera.

"Memang jembatan Ampera itu sendiri yang menarik yang buat orang-orang, tapi tidak gampang juga untuk mensterilkan jembatan tersebut," ucap Liza.

"Kemudian tempat yang akan kita gunakan itu di Jakabaring Sportscity. Kami bersyukur memang venuenya bisa kita manfaatkan dengan maksimal," tambahnya.

Liza berharap ajang Palembang Triatlon 2020 bisa diikuti oleh 500 peserta atau lebih.

"Jadi pada event kali ini memang ada juga pemula, kemudian ada yang profesional dan juga komunitas," ujarnya.

Sementara itu, Manajer Timnas Triatlon, Akbar Nasution, menghimbau para atlet profesional triatlon Indonesia untuk mengikuti ITS.

"Karena di sini (ITS) para atlet akan memiliki poin sistem dan database yang mulai kebentuk, sehingga nanti ada seleksi yang fair untuk para atlet bersaing di jenjang lebih tinggi," ujar Akbar. (A-4)

BERITA TERKAIT