11 January 2020, 15:20 WIB

Sasar Usaha Kecil, BI Sosialisasikan Penggunaan QRIS


Despian Nurhidayat | Ekonomi

ANTARA/INDRAYADI TH
 ANTARA/INDRAYADI TH
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Naek Tigor Sinaga (kiri) mengecek pembayaran nontunai menggunakan "QR Code", Kamis (9/1).

BANK Indonesia (BI) kini tengah memfokuskan diri untuk menyasar sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya usaha kecil dengan sosialisasi QRIS. 

Perlu diketahui bahwa QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang telah diperkenalkan sejak 17 Agustus 2019 lalu.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan dan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, Ricky Satria mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei, setiap harinya masyarakat Indonesia selalu membuka tiga atau lebih aplikasi dalam smartphone mereka. Di antara aplikasi-aplikasi tersebut, masyarakat Indonesia cenderung membuka aplikasi pembayaran seperti OVO, Linkaja, dan lainnya.

"Aplikasi ini mengubah behavior culture kita dan paling banyak lahir di era saat ini. Penetrasi smartphone sangat tinggi, Indonesia merupakan negara tertinggi yang sering gonta-ganti smartphone. Dengan kecanggihan ini, sayangnya sistem pembayaran di Indonesia masih menggunakan tunai," ungkap Ricky dalam acara Kawasan Timur Indonesia (KTI) Digi Fest 2020 di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/1).

Lebih lanjut, Ricky menambahkan bahwa saat ini sudah terdaftar sebanyak 23 PJSP (Penyedia Jasa Sistem Pembayaran) yang terdiri dari Bank dan Non-Bank dan telah memeroleh persetujuan QRIS. Di antaranya ialah BCA, BRI, Mandiri, Gopay, OVO, Dana dan lain sebagainya.

Selain itu, terhitung sejak bulan Agustus 2019 sampai saat ini, sebanyak 1,7 juta merchant di seluruh Indonesia sudah terdaftar menggunakan QRIS. Hingga akhir tahun 2020, Ricky pun menyatakan bahwa sekitar 5% dari 50 juta merchant di Indonesia harus mengimplementasikan QRIS.

"Sebenarnya kami tidak menargetkan karena ini baru berlangsung. Tapi setidaknya sebanyak 5% dari 50 juta merchant di Indonesia bisa menggunakan QRIS," lanjutnya.

Baca juga: Mesin QR EDC Ini Bisa Digunakan Semua Jenis Aplikasi Pembayaran

Menurut Ricky, penggunaan QRIS akan lebih menguntungkan bagi para pelaku usaha kecil. Selain mengurangi risiko penggunaan uang palsu, kekurangan pendapatan dan lainnya, pembayaran melalui QRIS juga dikatakan akan langsung dialihkan menuju rekening pelaku usaha tersebut.

Namun, tentunya pengaplikasian terhadap penggunaan QRIS tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maka dari itu, BI tengah berusaha untuk terus mensosialikan penggunaan QRIS kepada masyarakat Indonesia salah satunya melalui pelaksanaan acara KTI Digi Fest 2020 ini.

"Kami ingin mempermudah pelaku usaha kecil dan juga penggunaan QRIS ini akan menguntungkan mereka. Selain itu, cara mendaftar pun mudah, cukup mengisi form dan memiliki rekening bank untuk bisa mendapatkan QRIS," pungkasnya. (A-4)

BERITA TERKAIT