11 January 2020, 12:49 WIB

Human Error Alasan Militer Iran Tembak Pesawat Ukraina


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

IRAN telah mengumumkan bahwa militernya secara tidak sengaja menembak jatuh sebuh pesawat jet Ukraina, yang menewaskan 176 penumpang yang berada di dalam pesawat. Pernyataan pada hari Sabtu, (11/1) pihak berwenang menyatakan insiden itu sebagai human error.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu (11/1) pagi, Staff Umum Angkatan Bersenjata Iran mengatakan bahwa pesawat itu terbang dekat dengan situs militer sensitif milik Pengawal Revolusi elit, dan ditembak jatuh secara tidak sengaja.

Seperti dilaporkan Aljazeera dari Teharan, pihak berwenang mengakui bahwa sistem pertahanan udara Iran secara keliru menembak jatuh pesawat, dan mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga para korban. Sementara itu, melalui akun sosial media Twitter pribadi milik Presiden Iran, Hassan Rouhani menuliskan bahwa Iran sangat menyesali kesalahan yang telah menghancurkan pesawat Ukraina tersebut.

"Republik Islam Iran sangat menyesali kesalahan yang menghancurkan ini, Pikiran dan doa saya ditunjukan kepada semua keluarga yang berkabung. Saya mengucapkan bela sungkawa yang tulus," cuit Hassan Rouhani, Sabtu, (11/1).

"Investigasi internal angkatan bersenjata, menyimpulkan bahwa misil yang disesalkan ditembakan karena kesalahan manusia, menyebabkan jatuhnya pesawat ukraina yang mengerikan dan kematian 176 orang yang tidak bersalah. Investigasi terus mengidentifikasi dan menuntut tragedi hebat dan kesalahan tak memaafkan ini," imbuhnya dalam cuitannya di sosil media Twitter.

baca juga: Menteri Pendidikan Brasil Dibully Salah Tulis Ejaan di Sosmed

Sebelumnya, Iran telah membantah selama beberapa hari bahwa sebuah rudal Iran yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat boeing 737 milik maskapai Ukraina yang terbang dalam perjalanan ke Ibu kota Kyiv, Ukraina Namun, Amerika Serikat dan Kanada, mengutip dari intelijen mengatakan mereka percaya Iran menembak jatuh pesawat tersebut. (Aljazeera/OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT