11 January 2020, 08:55 WIB

Posisi Mari di Bank Dunia Untungkan Indonesia


Mir/Des/Hld/X-10 | Internasional

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai Mari Elka Pangestu yang baru saja ditunjuk menjadi Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia dapat memberikan an­dil positif terhadap perekonomian Indonesia dan juga negara-negara berkembang lainnya.

‘’Penunjukan Mari Panges­tu ini tentunya akan memba­wa kebaikan terhadap emer­ging market, termasuk Indo­ne­sia,’’ kata Perry di Jakarta, kemarin.

Dengan penunjukan Mari, lanjut Perry, kebi­jakan dan pandangan Bank Dunia ter­ha­dap ekonomi di ne­gara-ne­gara berkembang, termasuk Indonesia, diharapkan akan semakin baik.

‘’Mari nanti juga akan menangani masalah kebijakan pembangunan, kebijakan-kebijakan pembangunan yang Insya Allah akan baik untuk emerging market, termasuk Indonesia,’’ ujar dia.

Ekonom senior Chatib Basri menilai Mari merupakan se­­­­orang ekonom tangguh dan amat memahami permasa­lah­an ekonomi internasional.

“Saya sering bersama Mari di forum internasional dan menyaksikan bagaimana ke­mampuannya dalam forum-forum internasional. Ini tentu sesuatu hal yang amat penting dalam tugasnya di Bank Dunia nanti,” katanya.

Managing Director sekali­gus Co-Founder Algoritma Data Science, Nayako Wicaksono, juga menyatakan posi­si itu amat layak untuk diisi Mari.

“Ini sangat layak untuk be­­liau karena beliau orang yang bersih, teknokrat, dan memiliki jiwa patriotik,” ka­­­ta Nayako saat dihubungi kemarin.

Sebelumnya, Presiden Bank Dunia, David Malpass, mengumumkan penunjukan Mari Pangestu sebagai Direktur Pe­laksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia terhitung mulai 1 Maret 2020.

“Kami sangat senang menyambut Mari dengan peran barunya yang sangat penting bagi institusi ini,” ujar Malpass seperti dikutip dari laman resmi Bank Dunia, ke­marin.

Sementara itu, Mari menga­takan, merupakan kehormat­an yang luar biasa dapat ber­gabung di Bank Dunia dalam misi pembangunan yang sangat penting.

‘’Saya menantikan kesempatan untuk bekerja dengan tim yang kuat ini untuk mengatasi berbagai tantangan men­desak yang dihadapi ne­gara-negara anggota Bank Dunia,” ujarnya.

Sebelum Mari, Indonesia juga pernah memiliki per­wa­kilannya di Bank Dunia, yakni Sri Mulyani sebagai di­rektur pelaksana dan chief operating officer. Posisi itu diembannya dari 2010-2016 sebelum ditarik menjadi men­teri keuangan. (Mir/Des/Hld/X-10)

BERITA TERKAIT