11 January 2020, 05:40 WIB

Fokus Perumahan, BTN Targetkan Kredit Tumbuh 10% di 2020


E-3 | Ekonomi

DOK BTN
 DOK BTN
BTN berkomitmen menerapkan model bisnis baru untuk menjawab tantangan pasar dan fokus memperbaiki kualitas bisnis Bank BTN pada 2020.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merencanakan target bisnis yang moderat pada 2020 dengan kredit ditargetkan tumbuh sekitar 10% atau sama dengan asumsi pertumbuhan kredit yang dipatok Bank Indonesia (BI) yaitu sekitar 10-11% dibandingkan 2019.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury di hadapan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo saat Rapat Kerja Nasional untuk membahas strategi dan rencana bisnis perbankan menyambut 2020.

Perseroan berkode emiten BBTN ini mematok target bisnis dengan fokus pada peningkatan kualitas bisnis perbankan, baik dari sisi portofolio kre­dit, layanan perbankan, maupun pendanaan.

Kredit tersebut, menurut Pahala, akan difokuskan ke sektor perumahan khususnya KPR bagi segmen milenial. Adapun dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan tumbuh sekitar 14% di­bandingkan periode yang sama tahun lalu dengan mengandalkan pertumbuhan dana murah.

“Pada 2020, kami fokus pada perbaikan kualitas bisnis BTN, baik portofolio kredit, funding, maupun layanan ke nasabah. Karena itu lebih penting saat ini bagi BTN untuk menghadapi peluang dan tantangan 2020 dengan menyiapkan fondasi bisnis sejalan dengan model bisnis yang mengadaptasi dinamika pasar,” kata Pahala saat membuka rapat kerja BTN di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Perseroan pun tetap ber­komitmen menjadi mitra pe­me­rintah dalam program sejuta rumah dengan membuat model bisnis yang inovatif de­ngan mengoptimalkan big data analytic sehingga kekuatan BTN di KPR bisa ikut mendorong pertumbuhan dana mu­rah, transaksi, serta fee based income.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo berharap BTN dapat menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“BTN harus mampu melaku­kan inovasi untuk menjalan­kan peran sebagai BUMN dengan menjadi value creator dan berkontribusi positif mendukung pembangunan namun juga menjaga long term sustainability,” demikian ujar Kartika. (E-3)

BERITA TERKAIT