10 January 2020, 23:40 WIB

OPD Diminta Turun ke Lapangan


Haryanto | Nusantara

GUBERNUR Banten, Wahidin Halim, pada hari ke-9 tanggap darurat, memerintahkan tiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan bencana banjir agar turun ke lapangan.

Hal itu dimaksudkan untuk menyisir seluruh daerah terdampak banjir di wilayah Lebak, memastikan pelaksanaan penanganan bencana banjir berjalan lancar di setiap posko, dan lokasi pengungsian, serta memonitor kondisi korban.

Selain itu, instruksi gubernur tersebut juga ditujukan untuk memastikan ketersediaan logistik serta memantau kondisi jalan dan jembatan yang selama ini sempat menutup akses. Selanjutnya, gubernur memerintahkan agar akses dibuka sampai ke area terisolasi yang paling ujung, yaitu di Kampung Muhara Desa Ciladauen.

Untuk memastikan hal-hal tersebut berjalan lancar, gubernur meminta Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, Al Muktabar, memimpin setiap pelaksanaan kerja penanganan bencana banjir yang dilakukan tiap OPD.

“Atas perintah Pak Gubernur, pada hari ke-9 tanggap darurat ini, tim turun untuk memastikan setiap penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, dan terbukanya akses jalan yang sempat terputus. Kita juga membawa bantuan logistik untuk masyarakat yang baru terbuka aksesnya hari ini,” ungkap Al Muktabar saat memimpin tim evaluasi tanggap darurat hari ke-9 penanggulangan dampak banjir, di Gedung PGRI Sajira, Kabupaten Lebak, Kamis (9/1).

Tim dari Pemprov Banten terdiri atas Plt Kepala BPBD E Kusmayadi, Kepala Dinas Kesehatan Ati Pramudji Hastuti, Kepala Dinas Sosial Nurhana, Kepala BPKAD Rina Dewiyanti, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan M Yusuf, tim Diskominfo, tim PUPR, serta tim Dinas Perkim.

Kegiatan diawali dari posko peng-ungsian di Gedung PGRI Sajira. Di posko itu, Al Muktabar memantau logistik sembako pengungsi­, layanan kesehatan, data pengungsi, hingga fasilitas MCK.

Tanggul jebol

Terpisah, sejumlah tanggul sungai di Jawa Tengah jebol akibat­ hujan deras beberapa hari terakhir. Akibatnya, sejumlah daerah dilanda banjir.

Terbaru ialah tanggul Sungai Tuntang di wilayah Guntur, Kabupaten Demak, jebol pada Kamis (9/1). Beberapa daerah di sekitar sungai kebanjiran dan 1.600 warga terpaksa mengungsi.

Kapala BPBD Jateng, Sudar-yanto, saat dikonfirmasi mengatakan, sebanyak 1.600 warga Demak terpaksa mengungsi akibat banjir. Tanggul jebol juga terjadi di Kabupaten Pati, tepatnya di Kecamatan Dukuhseti, kemarin. Akibatnya, beberapa desa terge-nang banjir. Namun, banjir hanya berlangsung sebentar dan berangsur surut.

Hal serupa menimpa tanggul di Sungai Ciasem, dan Kali Cijengkol di Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang, Jawa Barat, jebol. Akibatnya, ratusan rumah di Kampung Krajan Timur, Desa Ciasem Tengah, terendam Banjir.

Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (9/1) malam menjadi peyebab jebolnya tanggul. “Sekitar 100 rumah yang terendam di Dusun Krajan Timur dengan ketinggian air antara 50 cm sampai 80 cm,” kata salah seorang warga, Purwanto, kemarin.

Sementara itu, bantuan logistik untuk para korban banjir akibat jebolnya empat titik tanggul Su-ngai Babakan di Ketanggungan­, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Rabu (8/1), terus berdatang-an ke posko bencana alam di Kantor Koramil 15 Ketanggungan, Kodim 0713 Brebes. (RZ/JI/ JL/PO/LN/TB/LD/DG/BB/FR/RF/AS/N-3)

BERITA TERKAIT