10 January 2020, 20:28 WIB

Tingkatkan Kualifikasi Dokter Anak, NIF Gelar Seminar Ilmiah


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

Dok. NIF
 Dok. NIF
 Seminar Ilmiah NIF dengan pembicara Pakar kesehatan dari berbagai negara

TENAGA kesehatan khususnya dokter spesialis anak memiliki kontribusi penting dalam peningkatkan kesehatan anak di Indonesia.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas profesional dokter spesialis anak, Nutricia Indonesia Foundation (NIF) menyelenggarakan kegiatan ilmiah tahunan yaitu NIF Scientific Workshop.

Pertemuan ilmiah NIF menghadirkan beberapa pakar kesehatan anak dari Eropa untuk berbagi wawasan dan pengetahuan tentang penanganan medis pada anak yang tepat sejak dini untuk mendorong tumbuh kembang optimal melalui pendekatan multi-disiplin.

Selain berbagi pengetahuan melalui scientific workshop, para pembicara juga melakukan diskusi studi kasus-kasus sulit secara langsung di rumah sakit pendidikan.

NIF Scientific Workshop berlangsung di kota Padang dan Jakarta pada tanggal 6–9 Januari 2020 dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta.

Baca juga : Fakultas Kedokteran Uhamka Siap Cetak Dokter Ahli Kesehatan kerja

Kegiatan iitu menghadirkan tiga pembicara internasional yaitu Prof. Hugo Heymans (Pakar Nutrisi), Prof. J.B. Van Goudever (Pakar Neonatologi dari AMV Hospital Amsterdam dan NIF Board of Trustee), serta Prof. Joost Rotteveel (Pakar Endokrinologi dari Vu Medical Center, Amsterdam).   

Ketua Dewan Pengurus Nutricia Indonesia Foundation (NIF) hardiono D. Pusponegoro mengatakan, pengetahuan dan pendekatan baru yang dibagi oleh para ahli kesehatan anak dari Belanda akan menjadi masukan yang positif untuk menangani berbagai kasus pasien yang dihadapi dokter spesialis anak sehari-hari secara efektif.

"Selain dapat meningkatkan kompetensi, kami berharap kegiatan rutin yang kami lakukan ini juga dapat meningkatkan kualitas layanan dokter spesialis anak kepada pasien," ujar Hardiono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/1).

NIF adalah organisasi profesional independen yang tidak terikat dengan bisnis dan perusahaan manapun. NIF berkomitmen untuk mendukung program Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kolegium Ilmu Kesehatan Anak, serta berupaya secara aktif untuk mendukung peningkatan kompetensi dokter spesialis anak di Indonesia.

Selain melakukan rangkaian kegiatan ilmiah, sejak 1995 NIF secara berkesinambungan juga memberikan beasiswa bagi dokter spesialis anak muda yang berprestasi untuk menimba pengetahuan dan pengalaman di Belanda selama tiga bulan.

Sampai saat ini NIF telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 150 dokter spesialis anak melalui skema NIF Scholarship Program.

Selama program, dokter spesialis anak penerima beasiswa akan berkesempatan memperkaya keilmuan, berkonsultasi dengan mentor yang ahli di bidangnya, serta menambah referensi studi kasus melalui jaringan tenaga ahli berskala internasional di rumah sakit terpilih.

Baca juga : Revisi UU Pendidikan Kedokteran Ingin Benahi Sistem Pendidikan

Menjelang peringatan ke 25 di tahun ini, NIF kembali akan mengirimkan total 6 dokter spesialis anak dari Solo, Medan, Jakarta, Bandung, Padang, dan Manado ke Belanda

Pada bulan Januari 2020 ini Ketua dan Jajaran Dewan Pengurus NIF menyeleksi 7 kandidat penerima NIF Scholarship Program dari kota Padang dan Jakarta.

Seleksi di Jakarta dilakukan bersama dengan Danone Nutricia Specialized Nutrition selaku co-founder NIF. Secara global, ilmu pengetahuan di bidang medis khususnya yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak dan nutrisi berkembang dengan pesat.

"Untuk itu, kami mendukung program-program Nutricia Indonesia Foundation termasuk NIF Scholarship dan scientific workshop karena memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis anak untuk mengembangkan potensi dan kapasitas mereka melalui jejaring internasional, dan diharapkan mereka dapat mengembangkannya saat kembali ke Indonesia," kata Sarah Angelique MS, Government & External Scientific Affairs Lead-Danone Indonesia.

Mengusung visi One Planet, One Health, Danone Nutricia Specialized Nutrition percaya bahwa kesehatan bumi dan kesehatan manusia yang hidup di dalamnya dapat saling mempengaruhi. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT